Tuesday, October 27, 2020
Home DESTINASI 1 Suro Warga Dongko Lestarikan Adat Ngitung Batih

1 Suro Warga Dongko Lestarikan Adat Ngitung Batih

REPORTERRudi Sukamto
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Dalam upaya melestarikan budaya adat, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin turut hadir upacara adat Ngitung Batih yang di gelar warga Kecamatan Dongko, malam 1 suro, Kamis malam (20/8/2020).

Dalam sambutannya, Nur Arifin Berharap Keluhuran Budaya Ngetung Batih dikecamatan Dongko agar terus Dijaga dan sangat mendukung rencana Pemerintah Kecamatan Dongko yang punya gagasan mendirikan sekolah budaya.

“Saya mendukung gagasan mendirikan sekolah budaya. Sesuai dengan arah pembangunan Trenggalek kedepan. Konsep itu maka kedepan akan ada tiga pusat perkembangan ekonomi, yaitu di utara ada pusat kota Trenggalek, di sisi selatan ada Watulimo dan Panggul, kemudian di tengah ada jantung kebudayaan yaitu Dongko,” jelas Arifin.

Baca: Mahasiswa Kedokteran UMM Tingkatkan Perekonomian Desa Sumberagung, Tuban

Budaya tidak hanya terbatas pada kesenian. Tetapi kesenian merupakan perwujudan dari keluhuran budaya. Kebudayaan sendiri berakar dari adab, jika adabnya bagus maka ke depan peradaban pasti akan baik.

“Ngetung Batih ini adalah sebagian kecil dari keluhuran budaya nenek moyang kita, kita harus ingat bahwa Ngetung Batih ini memiliki rangkaian, kalau tidak salah ada adat budaya Mason, Bersih Desa di sumber air dan sebagainya, kemudian ada Baritan,” tuturnya.

Tradisi Ngitung Batih

“Jadi kalau sudah dibersihkan, setelah itu panennya bagus, syukuran, Baritan, setelah panen disedekahkan, mencari saudaranya Ngetung Batih,” lanjut Bupati Nur Arifin.

Baca: Penjelasan Sonny T. Danaparamita Perihal Sikap Tegak Lurus PDIP terkait Kandidat Pilkada

“Karena di Trenggalek itu banyak keunikan, di sisi utara ikut pengaruh budaya Solo, di selatan sebagian ikut pengaruh budaya Jogja, kemudian sisi timur ikut pengaruh budaya Majapahitan, jadi sangat menarik,” ungkap Bupati Nur Arifin.

“Artinya apa, artinya jadi orang Trenggalek itu hatinya harus lapang, terkena pengaruh banyak budaya tetap saling menerima, maka harus dilapangkan juga rasa toleransinya dan sebagainya,” imbuhnya.

“Dan Suroan biasanya menjamas pusaka, dan pusaka yang paling benar adalah yang ditunjukkan oleh masyarakat Dongko ini, pusaka yang paling keramat adalah silaturahmi, jadi Ngetung Batih ini adalah merawat pusaka silaturahmi dan sedekah dengan saudara maupun tetangga,” jelas Bupati menambahkan.

Baca: Menteri Bintang : Penyelesaian Kasus Perempuan dan Anak Butuh Konsep Kuat Hulu ke Hilir

Untuk itu, Bupati Nur Arifin berharap nilai-nilai budaya tersebut tidak luntur dan terus dirawat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca