Selasa, November 24, 2020
Beranda PERISTIWA HUKUM 153 Narapidana Rutan Kraksaan - Probolinggo Mendapat Remisi

153 Narapidana Rutan Kraksaan – Probolinggo Mendapat Remisi

REPORTERRichard

KABAR RAKYAT – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), menjadi moment berharga dan penting bagi Bangsa ini.

Begitu pun bagi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, HUT Kemerdekaan RI dimanfaatkan untuk mengajukan remisi bagi 153 warga binaan.

Tradisi permintaan remisi pada 17 Agustus 2020 kembali dilakukan Kepala Rutan Kraksaan. Remisi adalah pengurangan masa hukuman yang didasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Menurut Pasal 1 Ayat 1 Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 174 Tahun 1999, remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjalani pidana terkecuali yang dipidana mati atau seumur hidup.

Menurut Pasal 34 Peraturan Pemerintah No. 99 Tahun 2012 sebagai berikut: Setiap narapidana dan anak pidana berhak mendapatkan remisi.

Remisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah memenuhi syarat: berkelakuan baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari 6 (enam) bulan.

Persyaratan berkelakuan baik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dibuktikan dengan: tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun 6 (enam) bulan terakhir, terhitung sebelum tanggal pemberian remisi; dan telah mengikuti program Pembinaan yang diselenggarakan LAPAS dengan predikat baik.

Menurut Kepala Rutan Kelas II B Kraksaan, Muhammad Kafi mengatakan, sejatinya remisi kemerdekaan ini sudah diajukan sejak pertengahan Juli lalu. Remisi itu nantinya akan diberikan tepat sesaat setelah para napi mengikuti upacara kemerdekaan RI ke-75.

Kafi menjelaskan proses remisi saat ini jauh lebih cepat dengan proses sebelumnya setelah menggunakan sistem online ( sistem daring).

” Pengajuan remisi adminitrasinya cepat dengan sistem daring berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Muhammad Kafi, Selasa (11/8/2020).

Lanjut Kaf,i pengajuan remisi harus memenuhi syarat sebagaiaman diatur dalam peraturan perundangan-udangan yang berlaku.

“Kalau statusnya sudah narapidana, menjalani 6 bulan kurungan sudah bisa diajukan remisi, tapi tetap harus berkelakuan baik. Kalau statusnya baru tahanan, meski sudah berbulan-bulan ada di rutan, tetap tidak bisa diajukan,” jelasnya.

Untuk peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 2020 ada 153 remisi yang diajukan, 15 remisi diajukan untuk napi yang sebelumnya mendapatkan asimilasi akibat pandemi Covid-19 dan 13 remisi diantaranya diajukan untuk kasus narkoba. Sisanya, remisi diperuntukkan bagi kasus umum seperti pencurian dan penggelapan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca