18 Tahun, Sugeng Menekuni Usaha Bekicot

511 views
Usaha Begicot (1)

Foto: Sugeng pengepul hewan Bekicot di Cluring Banyuwangi. (Jaenudin)

KABARRAKYAT.ID – Sudah 18 tahun lamanya, Sugeng menekuni usaha sebagai pengepul hewan Bekicot atau Siput. Pria asal Dusun Trembelang Desa/Kecamatan Cluring, Banyuwangi mengaku sudah merasakan jatuh bangun usaha yang dibangun dari nol ini.

“Daging Bekicot banyak diminati masyarakat. Kebutuhan konsumsi camilan unik tetap bertahan bahkan kami mengirim ke juragan di Blitar dan beberapa kota lainnya,” kata Sugeng ditemui kabarrakyat, Minggu (14/4/2019).

Sebagai pengusaha kecil yang memiliki visi, Sugeng sudah melengkapi ijin usaha, harapannya pemerintah terus mengangkat usaha kami dengan memberikan kemudahan lainnya.

“Usahah kami, UD. Duta Keong Mas alamat Dusun Trembelang RT. 01 RW. 04 Desa/Kecamatan Cluring,” kata Sugeng.

“Namun selama berusaha Bekicot belum pernah di tinjau oleh Badan POM dan dinas kesehatan Banyuwangi pasalnya ijin usaha Bekicot sudah lengkap,” pinta Sugeng.

Usaha Begicot (2)

Foto: Sugeng pengepul hewan Bekicot di Cluring Banyuwangi. (Jaenudin)

Diceritakan, setiap hari harinya kalau keadaan ramai bisa menampung Bekicot glondongan banyak sampai 1 ton perhari.

“Sedangkan harga Bekicot kalau kami beli ke petani Bekicot seharga Rp.5.000 per kilo gram dan kami julal lagi ke pengusaha lain seharga Rp 6.000 per kg ada stan untuk Rp.1.000 per kg. Kalau ada permintaan dari Blitar sekali kirim mencapai 7 ton,” ungkapnya.

Sedangkan ramenya petani Bekicot, disaat musim hujan pada bulan Juni sampai dengan bulan Desember. “Tetapi  kalau musim panas sepi,” ungkapnya.

Terpenting kata Sugeng, usaha ini butuh kesabaran, ketekunan, kerja keras dan terpenting adalah berdoa pada Allah SWT, pungkasnya.

Reporter: Jaenundin

Editor: Rony DE

#cerita pengepul bekicot #Cluring Banyuwangi #pengusaha kecil

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply