28 Letusan Puncak Bromo Diguyur Hujan Abu

336 views
Bromo

Foto : Kondisi gunung Bromo saat mengalami letusan dan petugas memastikan tidak ada kegiatan wisatawan di radius berbahaya di puncak Bromo. 

KABARRAKYAT.ID – Lagi gunung Bromo kembali erupsi, sedikit 28 letusan terjadi di puncak kawah sejak, Selasa pagi (19/3/2019). Lontaran material vulkanik itu, menyebabkan sebagain kawasan Bromo mengalami hujan abu.

Aktifitas gunung Bromo terus mengalami peningkatan. Menurut data yang dikutip laman resmi PVMBG, tercatat 28 kali letusan tinggi 1000-1200 m dan warna asap putih, kelabu, dan hitam. Kondisi ini menyebabkan hujan abu di PPGA Bromo. Suara gemuruh dan dentuman juga terdengar dari kawah bromo.

Cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur laut, timur, barat, dan barat laut. Suhu udara 10-16 °C, kelembaban udara 0-0 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Volume curah hujan 10 mm per hari.

Kegempaan tercatat Jumlah : 28, Amplitudo : 25-34 mm, Durasi : 17-889 detik. Sementara Tremor terekam dengan aplitudo 0.5-30 mm (dominan 2 mm). Melihat kondisi ini PVMBG melarang kegiatan apa pun di radius 1 KM karena membahayakan.

Sampai siang ini di kawasan Cemoro lawang mengalami hujan abu pekat. Tidak sedikit wisatawan yang datang ke kawasan Bromo merasakan hangatnya abu gunung bromo yang baru disemburkan ke udara. Hal itu bisa dirasakan ketika tidak mengenakan jaket pelindung.

 

Abu vulkanik bromo

Foto: pekatnya hujan abu di gunung Bromo, Selasa (/19/3/2019).

Salah satu pengunjung Sahwan asal Probolinggo mengatakan, hujan abu di Cemoro lawang sangat pekat. Tidak sedikit wisatawan memilih balik ke hotel karena kuatnya hujan abu.

“Siang ini hujan abu di Cemoro lawang dan perlu sekali mengenakan masker sebab abunya sangat pekat”, ungkap Sahwan, Selasa (19/3/2019).

Terkait hujan abu yang kembali mengguyur kawasan gunung Bromo Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo meminta warga daerah terdampak mengenakan masker dan kaca mata.

“Jika kondisi abu pekat masker digunakan termasuk kaca mata untuk menghidari iritasi di bagian pernafasan dan bagian mata. Kadungan silika pada abu gunung berapi sangat berbahaya”, ungkap Ir. Anggit Hermanuadi.

Sejauh ini menurut Anggit, erupsi gunung Bromo masih level II dan belum ada peningkatan status.
“Seperti peggalaman sebelumnya hujan abu di Bromo sudah dianggap biasa oleh warga Tengger. Namun yang terpenting BPBD terus memantau situasi dan menerapkan Mitigasi bencana. Bantuan masker sudah dilakukan untuk daerah terpapar abu Bromo”,terang Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Ir. Anggit Hermanuadi.

Reporter : Richard

Editor : Choiri

#Hujan abu di gunung Bromo #Bromo erupsi #kondisi hujan abu di Bromo

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply