5 Alat Deteksi Tsunami di Banyuwangi Rusak

  • Whatsapp
Eka Muharam
Eka Muharam BPBD Banyuwangi

KABARRAKYAT.ID – Lima unit Early Warning System (EWS) sebagai alat pendeteksi dini potensi tsunami di Banyuwangi tidak berfungsi optimal.

Kepala Bidang Kedarutan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharram Suryadi menyampaikan, dari sembilan unit EWS yang terpasang, hanya empat unit saja yang berfunsi. Padahal penggunaan EWS sangatlah penting untuk mendeteksi potensi bencana tsunami.

Bacaan Lainnya

Rincian 9 unit EWS itu, 7 unit EWS dari BNPB dan 2 unit dari BMKG. Dari  7 unit yang dikirim BNPB tersebut saat ini hanya 2 unit EWS yang masih berfunsi di Pantai Grajagan dan Perairan laut Muncar. sementara lainnya rusak.

Rusaknya EWS ini dikarenakan faktor alam serta beberapa sparepart EWS hilang. Sehingga EWS tidak berfungsi. Sementara anggaran untuk perbaikan EWS masih belum ada.

Eka menjelaskan, Early Warning System ini berfungsi memberikan peringatan kepada masyarakat apabila ada potensi bencana tsunami. “Alat itu bekerja menginformasikan kepada masyarakat untuk segera melakukan evakuasi apabila ada potensi bencana tsunami,” jelasnya.

Perlu dikenali, lanjut Eka, Banyuwangi merupakan daerah yang memiliki indeks resiko bencana cukup tinggi, diantaranya potensi tsunami. Dimana Banyuwangi memiliki panjang garis pantai sekitar 175,5 kilometer.

Oleh karenanya, memberikan perlindungan kepada masyarakat, baik mitigasi struktural maupun non struktural sangatlah penting. contoh mitigasi struktural yakni dengan dimilikinya EWS yang terpasang di sepanjang garis pantai Banyuwangi.

Sebelumnya telah diberitakan beberapa alat pendeteksi sunami atau EWS bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) rusak dan ada yang hilang dicuri. Sehingga kondisi itu menyulitkan BPBD Kabupaten Banyuwangi untuk memantau perkembangan alam.

Kepala Bidang Kedaruratan dari BPBD, Eka Muharram pada wartawan, Rabo (30/8/2018), membenarkan. Dijelaskan, komponen penting yang hilang di antaranya yakni aki, sirine dan sensor pendeteksi. Hilangnya komponen itu lantaran ulah tangan jahil pencuri.

Reporter : Fattahur

Editor : Coi/Choiri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *