Senin, Januari 18, 2021
Beranda JATIM 50.250 Rapid Test Antigen BNPB Diterima Gubernur Jatim

50.250 Rapid Test Antigen BNPB Diterima Gubernur Jatim

KABAR RAKYAT – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat bantuan 50.250 pcs Rapid Test Antigen dari BNPB Pusat. Penyerahan alat tersebut diterima Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Grahadi Surabaya, Rabu (16/12).

Bantuan ini berkaitan dengan naiknya jumlah pasien Covid-19 di Jawa Timur. Untuk itu, pemerintah provinsi kembali akan kencangkan sabuk guna mencegah penyebaran virus corona.

“Kita ingin memberi percepatan-percepatan layanan, rapid antigen test antara lain untuk percepatan testing untuk screening,” kata Gubernur Khofifah.

Data dari Satgas COVID-19 Jatim, per Rabu (16/12), penggunaan rapid test baik antibody maupun antigen untuk screening dan Tracing telah tembus 1.072.733 test. Jumlah rapid test di Jawa Timur yang tertinggi dilakukan se Indonesia.

“Populasi Jatim sekitar 40 juta penduduk, maka 1 dari 38 penduduk Jatim telah di tes cepat Covid-19 dengan rapid test,” ungkanya.

Sementara untuk swab test di Jatim sendiri tercatat 752.302 jumlah individu yang telah diperiksa PCR. Dengan populasi Jatim sekitar 40 juta penduduk, maka 1 dari 54 warga Jatim telah di tes Covid-19 dengan swab dan PCR test.

Gubernur Khofifah menjelaskan, rapid antigen di Jawa Timur ini gunakan sampel hasil dari swab yang direkomendasi WHO. Hasilnya lebih akurat dan kredibel. Apabila dibandingkan dengan swab PCR, akurasi testing ini mencapai 85%.

Rapid antigen efektif untuk deteksi pasien yang masih menular. Utamanya dengan CT Value dibawah 25. Temuan positif dari rapid antigen dapat menscreening pasien yang berpotensi menular. Selain itu, rapid antigen relatif mudah dikerjakan dan hasilnya cepat diketahui.

“Rapid antigen ini akan mempercepat upaya 3T di Jatim. Tingkat akurasi cukup baik dan kemampuan deteksi kasus yang masih infeksius, akan segera tahu hasilnya dalam 15 menit setelah pengambilan sampel. Alat ini cepat menemukan kasus baru maupun tracing di Jatim, supaya segera di isolasi dan penularan bisa dihentikan” jelasnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menambahkan bahwa rapid test antigen ini diperuntukkan bagi semua yang beresiko tinggi, yakni memiliki kesibukan dan mobilitas yang tinggi.

“Selain untuk yang beresiko, ini juga untuk yang sibuk-sibuk, karena hasilnya bisa cepat diketahui, tetapi kita berdoa mudah-mudahan kita semua sehat,” imbuhnya.

Langkah lain pemerintah provinsi Jawa Timur dapat memberikan percepatan layanan juga respon peningkatan pasien Covid-19, antara lain menambah Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Ijen Boelevard di Malang yang mulai beroprasi hari ini, Kamis (17/12).

“Kemarin kita meresmikan RS Darurat Ijen Boelevard di Malang. Saat ini juga sedang menyiapkan RS. Paru milik Pemprov di Jember yang siap mengkonversi menjadi RS khusus melayani pasien covid-19,” ucapnya.

Gubernur Khofifah terangkan mekanisme yang akan diberlakukan sama seperti di RSDL Indrapura Surabaya. “Jadi yang ringan sampai sedang dilayani rumah sakit darurat Ijen Boelevard. Yang sampai berat dirujuk ke ramah sakit rujukan Covid-19.

Pemerintah di Jawa Timur juga siapkan RS Paru di Jember untuk dijadikan RS Khusus Penanganan Covid-19. Sebagai respon terhadap meningkatnya angka Covid-19 yang tinggi di Jember.

“Sekarang pun di Jember, rumah sakit paru milik Pemprov Jatim di sana juga sedang bersiap dikonversi khusus melayani pasien Covid-19, selama ini sudah melayani pasien Covid-19 tapi baru seperempat kapasitas bed, sekarang itu sudah diperluas lengkap dengan ICU,” paparnya.

Kendati Jatim mengalami peningkatan pasien Covid-19, tetapi Recovery Rate (tingkat kesembuhan) Jatim tertinggi kedua setelah Jakarta di banding daerah lain di Pulau Jawa.

Data Satgas Covid-19 Jawa Timur per 16 Desember 2020 menyebutkan, bahwa Recovery rate di DKI Jakarta mencapai 90,36 %, Jawa Timur 86,35 %, Jawa Barat 82,43 %, Jawa Tengah 68,30 %, Yogyakarta 67,68 % dan Banten 62,59 %.

Oleh sebab itu, mantan Menteri Sosial ini kembali meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Pasalnya, sampai saat ini penyebaran Covid-19 masih belum berakhir.

“Mohon kepada semua masyarakat, ini penyebaran covid belum berhenti, pastikan menggunakan masker menjaga jarak yang aman, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, ini penting untuk terus kita ingatkan,” pungkasnya.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca