50,1 Persen Penduduk Banyuwangi Tak Terdaftar BPJS Kesehatan

  • Whatsapp

BANYUWANGI – Separuh dari jumlah penduduk di Kabupaten Banyuwangi belum terdaftar sebagai anggota kepesertaan BPJS Kesehatan. Hernina Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banyuwangi mengatakan, hingga bulan Nopember 2017 ini, jumlah peserta BPJS Kesehatan yang telah terdaftar sebanyak 50,1 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Banyuwangi.

 “Jumlah warga yang telah mendaftar mencapai 813.800 jiwa,” ujar Hernina, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/11).

Untuk meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan, Hernina mengaku telah mengambil sejumlah terobosan, diantaranya pendekatan kepada institusi,  perguruan tinggi dan pendekatan ke sejumlah sekolah di Banyuwangi.

Tak hanya itu BPJS Kesehatan juga telah memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan pendaftaran sebagai calon peserta, diantaranya pendaftaran dapat dilakukan melalui kantor kecamatan dan kantor desa/ kelurahan.

 “Dari 217 kantor desa/kelurahan yang ada, yang sudah siap sebanyak 175 desa/kelurahan, ditambah 25 kantor kecamatan,” jelasnya.

Kantor desa/kelurahan yang sudah siap menerima pendaftaran diantaranya yang berada di wilayah Kecamatan Banyuwangi Kota  dan Kecamatan Genteng. Lebih rinci Hernina menjelaskan, calon peserta yang sudah mendaftar melalui kantor desa atau kelurahan, nantinya diinput ke BPJS. Selanjutnya BPJS Kesehatan mencetak kartu peserta dan mengirim kartu tersebut melalui kantor desa/kelurahan atau melalui pos.

Sedangkan jumlah peserta yang menunggak sebanyak sebanyak 8.517 jiwa atau 10 persen dari jumlah peserta mandiri.

Beberapa alasan menunggak, diantaranya faktor ketidakmampuan membayar iuran, kesulitan melakukan pembayaran ada juga faktor tidak memiliki keinginan melakukan pembayaran. Jika mereka tak membayar selama satu bulan, maka kartu kepesertaan tersebut akan diblokir.

Jika kartu yang diblokir ingin diaktifkan lagi, maka selama mampu membayar keterlambatan sebanyak jumlah bulan yang tak dibayar, maka kepesertaanya bisa diaktifkan kembali.

Jika pasca melunasi kemudian jangka waktu 45 hari berikutnya jatuh sakit, maka dia akan kena sharing biaya pengobatan sebesar 2,5 persen dari total biaya. Dengan adanya sanksi tersebut harapannya masyarakat rutin membayar, tidak hanya mengaktifkan hanya ketika sakit.

Reporter : Irham

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *