681 Makam Tergusur Demi Proyek Tol Paspro

  • Whatsapp
681 Makam Tergusur Demi Proyek Tol Paspro
681 Makam Tergusur Demi Proyek Tol Paspro

PROBOLINGGO – Proyek nasional jalan tol Pasuruan -Probolinggo (Paspro), menggerus lokasi makam umum di Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih,Kabupaten Probolinggo. Demi kelancaran proyek tol itu sedikitnya 681 makam di dua lokasi terpaksa dipindahkan.
Proses pemidahan makam milik warga di Desa Muneng Kidul,Kecamatan Sumberasih terbilang mulus.

Kondisi ini berbeda dengan daerah lain yang terdampak proyek nasional jalan tol di kabupaten lain. Bahkan di sejumlah titik pembebasan lahan proyek tol Paspro masih diwarnai ketidakpuasan dan keberatan dari pihak warga.

” Pembokaran makam disini dilakukan oleh warga melalui panitia. Alhamdulilah setelah dilakukan rembuk bersama proses relokasi makam warga sebanyak 611 dan 70 makam di dua tempat berjalan tanpa keberatan dari warga,” kata Kades Muneng Kidul Untung,Sabtu (11/11).

Diakui soal relikasi makam tidak mudah. Banyak ahli waris yang awalnya keberatan setelah dilakukan penjelasan dan ganti rugi termasuk relokasi yang lebih baik warga merelakan makam direlokasi.

Camat Sumberasih Ugas Kurnianto mengakui proses pembebasan lahan proyek Paspro tidak mudah. Namun berkat sinergitas, pendekatan yang harmoni warga menyadari akan manfaat proyek nasional tersebut.

” Ya relokasi dua makam total 681 makam sudah kita pindahkan bersama ahli waris dan panitia yang dibentuk oleh warga sendiri. Semua harapan yang diminta warga kita fasilitasi semua dan disetujui oleh pihak pelaksana proyek Paspro,” jelas Ugas saat dikonfirmasi,Sabtu(11/11).

Suasana pemidahan makam nampak dipenuhi ahli waris. Tidak sedikit wajah sedih terpancar dari raut wajah para ahli waris. Herianto(40) salah satu ahli waris memilih mengalah memindahkan makam orang tuanya termasuk 8 makam kerabatnya.

” Pilihan ini kita terima meski dengan berat hati. Alasan relokasinya untuk kepentingan nasional ya mau apalagi. Kita sadari bersama toh makam baru akan lebih baik dari tempat ini,” ungkap Herianto.

Untuk diketahui progress pekerjaan pembangunan tol ini diperkirakan sudah mencapai 47,63%. Proyek tol sepanjang 31,3 km tersebut, dibagi 3 seksi. Seksi 1 dari Grati hingga Tongas, sepanjang 7,1 km (progress mencapai 49 %). Sedang seksi 2 dari Tongas hingga Sumberasih (Muneng) sepanjang 6,9 km (progressnya 40%). Untuk seksi 3 antara Muneng hingga Leces sepanjang 17,3 km (progressnya sudah 60%.

Dari progress tersebut, pihak pelaksana memastikan pada lebaran, Juli 2018 nanti, tol Paspro sudah open traffic dan dapat ujicobakan. Kemudian secara reguler tol Paspro dilaunching beroperasi pada Desember 2018.

Dari perhitungan, tol ini membutuhkan lahan sekitar 271 hektar atau setara 3000 bidang. Selanjutnya, nanti akan ada tiga simpang susun yakni Tongas, simpang susun Probolinggo Barat serta Simpang Susun Leces.

Reporter : Richard

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *