90 Persen Masyarakat Banyuwangi Kurang Makan Sayur

  • Whatsapp

BANYUWANGI – Dinas Kesehatan Banyuwangi, menyatakan sekitar 90 persen masyarakat di Banyuwangi kurang makan sayur dan buah-buahan. Sehingga angka kematian akibat penyakit tidak menular cukup tinggi, mencapai 60 persen dari 1,6 juta jiwa jumlah penduduk Banyuwangi.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Wiji Lestariono mengatakan, sebagian besar  kematian penyakit tidak menular di Banyuwangi didominasi penyakit jantung dan  stroke. “Penyebabnya, masyarakat cendrung memiliki pola hidup yang tidak sehat, kurang beraktivitas fisik,  dan kurang mengkonsumsi sayur dan buah- buahan,” ujur Wiji Lestariono

Kondisi ini, berbanding terbalik dengan kondisi wilayah Banyuwangi yang merupakan salah satu daerah penghasil bauh-buahan dan sayuran terbesar di Jawa Timur. Selain itu banyak juga orang yang tidak faham  dengan  kondisi kesehatanya sendiri, padahal  semua orang berpotensi mengidap penyakit.

“Banyuwangi dikenal sebagai produsen buah-buahan. Buah naga dan jeruk yang berkualitas ada di Banyuwangi. Ternyata berdasar data yang saya punya, 81-90 persen masyarakat Banyuwangi kurang konsumsi buah dan sayur. Ironis sekali. Artinya hanya berkisar 10 persen yang cukup mengkonsumsi buah dan sayur,” kata Wiji Lestariono

Wiji menambahkan, untuk menekan  angka kematian akibat penyakit tidak menular, Pemkab Banyuwangi telah mengerahkan tenaga kesehatan  di seluruh puskesmas di Banyuwangi  untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan memperbaiki pola makan yang sehat.

“Saya berharap, masyarakat bisa meningkatkan  pola hidup sehat dengan cakupan  aktivitas fisik dan cakupan  makan sayur dan buah-buahan yang cukup,” pungkas Wiji.

Reporter : Hermawan

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *