Rabu, November 25, 2020
Beranda GAYA HIDUP Ajak Lestarikan Batik Lokal, Kapolresta Banyuwangi Pilih Motif Gajah Oling

Ajak Lestarikan Batik Lokal, Kapolresta Banyuwangi Pilih Motif Gajah Oling

KABAR RAKYAT – Kemasyhuran kain batik Indonesia sudah mendunia. Kain Batik tidak melulu dikenakan oleh orang Jawa, tetapi Batik sudah menjadi simbol nasionalisme. Memperingati Hari Batik Nasional banyak ragam dilakukan sebagai wujud Cintai Kebudayaan Indonesia.

Apa yang dilakukan Kapolresta Banyuwangi ketika berbicara batik nusantara ? Sosok Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifuddin, S.H, S.I.K, M.H mengaku memiliki koleksi batik, yang beragam motif dan warna.

Baju batik yang dipakai pria kelahiran Makasar ini, pada umumnya ia gunakan untuk kegiatan non formal. Tidak jarang ketika dirinya masih di Wadir Reskrimsus Polda Jatim, Baju Batik yang pakai untuk ngantor.

Baca : Fakta Unik Teluk Hijau, ‘Surga’ Tersembunyi di Timur Pulau Jawa

“Hari Batik Nasional tentu memiliki arti dan pesan penting bagi kita semua. Batik merupakan kekayaan budaya yang tak ternilai harganya. Hanya di Indoseia batik itu dilahirkan,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombes. Pol. Arman Asmara, di Hari Batik Nasional , Jumat (2/9/2020).

“Kain batik tidak saja berbicara seni, ia memiliki filosofi, bahkan nasionalisme. Keindahan kain batik beragam corak dan motif menjadi daya pikat tersendiri,” jelasnya.

Menurut Arman,  batik Jawa Timur-an tidak kalah bersaing dengan daerah lain di Nusantara. Salah satunya kain batik khas Banyuwangi, Gajah Oling Batik.

“Salah satu bentuk mencintai negeri sendiri adalah memakai baju batik. Di Banyuwangi kain batiknya sudah go internasional, ya itu kain batik Gajah Oling. Batik motif bumi Blambangan berbeda dengan kain batik jawa lain-nya. Perbedaan itulah yang membuat batik Indonesia kaya pilihan. Batik menjadi simbol nasionalisme, kita wajib melestarikan”, ungkap Arman Asmara.

Baca : Gubernur Khofifah: Pancasila Jadi Modal Utama Bersatu Perang Melawan Covid-19

Pada momen Hari Bantik Nasional, Kapolresta Banyuwangi memesan khusus dari desainer kondang asal Banyuwang Isyam Samsi. Kain batik baju kemeja lengan pajang dan pendek motif Gajah Oling dipilih.

Isyam Samsi dipilih lantaran dikenal sebagai orang yang peduli dengan batik lokal Banyuwangi. Potongan kain batik Gajah Oling yang didesain Samsi telah dipamerkan keliling negara di Eropa.

Menurut Arman Asmara, sudah sepantasnya pelestari kain Batik Gajah Oling kita berikan apresiasi bahkan reward. Salah satunya, Isyam Samsi pelestari batik lokal Banyuwangi yang kebetulan juga desainer.

“Karya beliau itu, sudah dipajang event pameran di benua Eropa dengan mengusung motif batik khas Osing, Banyuwangi”, kata Arman Asmara kepada Kabar Rakyat, mengaku kepincut karya desainer asal Kecamatan Wongsorejo itu.

Isyam pun mengaku senang dirinya mendapat pesanan dari Kapolresta Banyuwangi. Ia juga mengaku sering mendapat pesanan dari pejabat kementerian luar megeri dan Anggota DPR RI.

Baca : KPU Banyuwangi Membuka Pendaftaran Anggota KPPS PIlkada 2020

“Kebetulan beliau-beliau juga menyenamgi karya desainer saya. Khususnya batik khas Banyuwangi. Sering kali saya pameran tunggal dengan biaya sendiri sampai ke eropa dan Amerika. Iniasi itu saya lakukan karena cinta kain batik Banyuwangi sebagai kekayaan budaya nasional yang wajib kita lestarikan bersama”, ungkap Isyam Samsi.

Setahun terakhir ini fashion jarang dilakukan di Banyuwangi lantaran kurang dukungan pemkab. Untuk menjaga eksistensi batik khas Banyuwangi fashion ia lakukan di luar daerah.

“Selamat Hari Batik Nasional mari kita lestarikan batik Gajah Oling”, tutup Isyam Samsi.***

EDITORChoiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca