AKBP Fadli Dicurhati Nelayan dan Petani Bawang

  • Whatsapp
Jaring Nelayan
Jaring Nelayan

Foto : Kapolres Probolinggo AKBP. Fadly Samad saat temui petani bawang, Selasa(9/10/2018).

KABARRAKYAT.ID – Petani bawang Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kembali curhat ke Kapolres Probolinggo terkait mulai banyaknya aksi pencurian jaring pengaman hama miliknya. Tidak hanya soal aksi kriminal, petani bawang juga meminta polisi mengawal program pemerintah terkait harga dasar bawang sesuai ketentuan menteri perdagangan.

Acara ngopi bareng Kapolres Probolinggo bersama petani bawang merah dan pengurus Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Probolinggo, berlangsung gayeng. Petani bawang tidak hanya merasa terayomi tetapi bisa curhat langsung dengan Kapolres Probolinggo AKBP. Fadly Samad, terkait persoalan yang kini dihadapi petani.

Dihadapan kapolres sejumlah petani mengungkapkan mulai maraknya aksi pencurian jaring yang digunakan petani untuk menghalau hama di sawah. Akibatnya, tidak sedikit kerugian yang ditanggung petani bawang.

” Saat ini tidak sedikit petani itu rugi. Mulai akibat hama, harga pasaran yang anjlok dan juga persoalan aksi kriminal pencurian jaring petani. Kami berharap dukungan penuh polisi membantu petani dalam menangani aksi pencurian jaring”, kata Sugeng Nurfindarko petani yang juga pengurus Kadin Kabupaten Probolinggo,Selasa(9/10/2018).

Baca juga:

Disisi lain Sugeng mengungkapkan peran Polres Probolinggo cukup besar dalam menekan sistem Plasi yang besaranya dari 20 persen kini susut 10 persen. Sistem Plasi ini yang menyebabkan posisi petani tidak bisa bangkit dari persoalan ekonomi karena tidak pernah diuntungkan.

“Hanya di Probolinggo ini petani wajib kena potongan plasi saat menjual hasil panen bawang di pasar Dringu. Selebihnya, di wilayah lain sistem plasintidak ada. Namun berkat peran kapolres plasi bisa turun hingga 10 persen,” ungkap Sugeng.

Jaring
Jaring nelayan Probolinggo sering dijaga setelah ada pencurian

Persoalan harga dasar bawang merah sesuai ketentuan menteri perdagangan no. 47/2017 sejauh ini belum diterapkan di daerah. Sesuai ketentuan harga Rogol Askip Rp. 22.500/Kg, konde Askip Rp. 18.300/Kg dan Basah Rp. 15.000/Kg. Sementara itu harga bawang ditingkat petani saat ini berkisar Rp. 8.000 – Rp. 12.000/ Kg.

Menjawab curhat petani AKBP. Fadly Samad, berharap ada koordinasi terkait pengaduan aksi kriminal. “Masalah ada aksi pencurian jaring, mestinya petani langsung melapor ke polsek terdekat. Hal ini penting untuk proses pengungkapan polisi dalam menangani perkara. Faktanya tidak ada laporkan pencurian jaring. Terkait masalah ini kami akan meningkatkan patroli dan tentu tetap perlu dukungan para petani, “kata Fadly Samad dihadapan petani bawang Desa Watuungkuk, Kecamatan Dringu, Selasa(9/10/2018).

Kapolres Probolinggo menegaskan polisi siap membantu urusan petani jika memang dibutuhkan. Apalagi, polisi memiliki tugas untuk Satgas pangan.

” Kami juga cukup konsen untuk menampung aspirasi petani beragam keluhan petani ini akan kami sampaikan kepada rapat Forkopimda. Kami juga dorong agar pemerintah daerah sama-sama mencarikan solusi atas persoalan petani bawang. Kita ingin petani di Probolinggo ini makmur dan tentunya berkeadilan, ” tandas Kapolres AKBP. Fadly Samad.

Reporter: Richard

Editor: Choiri/Choi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *