AKBP Fadli Motivasi Petani Kopi Dan Peternak Sapi Perah Krucil

  • Whatsapp
Kapolres dan Petani
Kapolres dan Petani

Foto : Kapolres  Probolinggo dialog dengan Petani Kopi Dan Peternak Sapi Perah Krucil,Senin (15/10/2018).

KABARRAKYAT.ID – Ada hal menarik yang yang dilakukan Kapolres Probolinggo selain urusan penegakan hukum dan Kantibmas. Soal Kopi dan susu pun menjadi materi menarik dalam meningkatkan ketahanan sektor pangan. Puluhan petani Kopi dan pertenak sapi perah di Kecamatan Krucil,Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur,  tidak menyangka Kapolres Probolinggo paham soal produk andalan warga Krucil tersebut.

Bacaan Lainnya

Bicara soal Kopi nampaknya AKBP Fadly Samad mengaku  paham.Maklum pria kelahiran Talosi,Toraja,Sulawesi Selatan memang penghasil kopi yang telah mendunia. Kehidupan petani Talosi dan Toraja lebih baik karena sudah bermitra dengan perusahaan besar. Pengalaman batin ini ditularkan ke sejumlah petani di Krucil.

“ Saat ini orang mulai tahu kalau menyebut Kopi dan Susu dari Krucil atau Tiris. Boming penikmat kopi kian meningkat seiring gaya hidup “jaman now”. Jargon “ Sudah Ngopi Belum” menguatkan bahwa kopi sudah menjadi kebutuhan hidup. Yang menjadi penting adalah bagiamana mendorong petani lebih inovatif untuk berkreasi sehingga menjadi petani Kopi sukses. Untuk itu perlu peningkatan kapasitas petani dalam mengolah hasil produksi kopi petani. Petani harus mengolah kopinya sehingga memiliki nilai jual tinggi. Bagiamana kopi di Krucil membudaya dan lebih dikenal luas itu perlu strategi pemasaran,” kata Kapolres Probolinggo AKBP.Fadly Samad, Senin (15/10/2018).

Tidak hanya soal Kopi yang menjadi pendekatan Kapolres Probolinggo dengan masyarakat. Kelompok peternak sapi perah tidak luput jadi perhatian. Wilayah Krucil dikenal penghasil susu murni yang memiliki kandungan protein terbaik di Jawa Timur. Melalui Koperasi Argopuro ratusan peternak sapi perah mampu menghasilkan 32 ton per hari.

“ Tadi ada pertanyaan peternak sapi perah bagaiamana soal hibah apa boleh dijual. Saya menjawabnya, hibah itu bukan sekedar memberi tetapi untuk mengelola,merawat dan hasilnya bisa dinikmati penerima hibah.Bukan hibah berarti diberikan lalu bisa dijual seeenaknya. Ada perjajian hibah yang wajib dipatuhi karena itu sudah berdemensi hukum. Pemerintah memberikan bantuan untuk dimanfaatkan masyarakat agar meningkatkan ekonomi,” terang AKBP.Fadly Samad seraya menceritakan pengalamanya di Lamongan soal kasus hibah ternak dari pemerintah.

Baca juga: Petani Cabai Margototo Diserang Patek-Leles

Terkait Soal produksi Susu Kapolres Probolinggo mendorong koperasi Argopuro mampu meningkartkan produk turunan. Sebab dengan produk-produk turunan susu nilai jualnya akan lebih tinggi dan akan menguntungkan anggota koperasi.

“ Yang menjadi masalah ketika kami membuat produk turunan susu peternak kami kesulitan mengurus Ijin industri rumah tangga (IRT) dari pemerintah daerah. Ijin Balai Pengawasan obat dan Makanan ( BPOM) juga tidak gampang harus memenuhi syarat usaha berskala besar. Sementara kami masih berskala industri rumah tangga,” ungkap Suloso Manager Koperasi Kelompok Tani Argopuro.

Menjawab itu, Fadly Samad mengatakan, acara Ngopi bareng bersama Petani dan pertenak susu bagian dari mendengar aspirasi. “  Pemerintah daerah harus memfasilitasi urusan ijin IRT pertenak sapi perah. Sebab produk turunan perlu ijin dinas terkait bisa Dinas kesehatan, Dinas Perindustrian dan  Perdagangan. Dengan memegang ijin usaha, petani dan peternak akan lebih berkembang hasil olahan-nya serta memiliki kekuatan hukum,’tandasnya seraya berjanji membantu persoalan petani dan perternak di Krucil tersebut.

Banyak masukan yang diterima dari petani dan peternak sapi perah di Kecamatan Krucil. Kapolres juga menyampaikan  perlunya kebersamaan dalam menciptakan situasi kondusif. Terlebih saat menjelang Pemilu 2019, AKBP.Fadly Samad, menyampaikan kesepakatan Pemilu 2019 secara damai dan demokratis. Rakyat lebih seletif memilih calon yang akan mewakilinya. “ Jangan lagi karena uang Rp. 50 ribu rakyat memilih wakilnya di DPR, kalau tidak memiliki program yang berpihak kepada rakyat,” ungkapnya dihadapan puluhan petani di Krucil,Senin(15/10/2018).

Reporter: Richard

Editor: Choiri

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *