AKRAP Desak Polisi Usut Kasus Dokter ‘Nakal’

47 views
banner 468x60)

KABARRAKYAT.ID – Ketua yayasan Advokasi kelompok rentan anak dan perempuan (AKRAP) Lampung, meminta polisi mengusut tuntas pelaku pencabulan anak dibawah umur. Tanggapan itu sebagai reaksi kasus dugaan pelecehan seksual terhada anak dibawah umur oleh oknum Dokter, di Kecamatan Jabung Lampung Timur.

Sesuai dengan komitmen pemerintah kabupaten Lampung Timur, beserta Lembaga dan Aktivis Anak yang ingin mewujudkan Lampung Timur sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), Kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak harus dilanjutkan keranah hukum karena ini merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), ujar ketua AKRAP Lampung Timur Edy arsadad Jumat (14/09/18).

Menurutnya , Pelaku kekerasan Seksual kepada anak jelas merusak masa depan anak, membuat trauma dan menimbulkan gangguan psikologis. Sehingga pelakunya juga harus dihukum dengan hukuman yang Luar biasa pula.

Pada kasus yang terjadi di Kecamatan Jabung Lampung Timur dimana diduga pelakunya adalah seorang Dokter, AKRAP mendesak aparat penegak hukum segera memproses kasusnya tegasnya.

“Apabila benar terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap anak, Dokter tersebut harus diberi hukuman yang berat”

AKRAP juga telah berkoordinasi dengan lembaga yang mendampingi korban guna memberikan perlindungan bagi korban dan keluarganya apabila dibutuhkan harapnya.

“Bila dibutuhkan AKRAP siap membantu untuk mendampingi dan melakukan Advokasi untuk korban”imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya dilansir dari kongkritnews.com, oknum Dokter yang berpraktek di Kecamatan Jabung Lampung Timur itu diduga mencabuli Mawar (nama samaran) yang masih berumur 16 tahun.

Seperti yang tertulis dalam laporan polisi dengan Nomor STTLP/693-B/IX/2018/POLDA LAMPUNG/RES LAMTIM tertanggal 10 September 2018.

Berawal dari MUS yang membawa anaknya ke tempat praktek AG untuk berobat pada 07 September 2018, sesampainya di sana Mawar di periksa dan diobati oleh sang Dokter.

Kemudian oknum dokter AG meminta MUS untuk pergi dari ruangan dengan alasan akan dilakukan pemeriksaan, MUS pun meninggalkan ruangan dan pulang kerumah.

Sekitar satu jam kemudian MUS kembali ke tempat praktek AG dan mendapati pintu ruang praktek dalam keadaan tertutup.

Tanpa mengetuk dia membuka pintu lalu masuk kedalam ruang praktek dan mendapati anaknya dalam keadaan setengah bugil serta ketakutan.

MUS mencoba menanyakan kepada AG tentang kondisi anaknya yang setengah bugil, sang dokter menjawab bahwa akan dilakukan tes urine terhadap Mawar.

Sepulang dari tempat praktek dokter AG, Mawar yang masih mengalami ketakutan dan menangis ditanya oleh bibinya.

Melihat Mawar menangis, sang bibi meminta agar menceritakan apa yang terjadi. Setelah didesak akhirnya Mawar mengakui bahwa dia telah dicabuli oleh AG oknum dokter yang melakukan pengobatan dan pemeriksaan terhadap dirinya.

Petugas P2TP2A Kabupaten Lampung Timur Dian Ansori yang mendampingi korban membenarkan bahwa orang tua korban telah melaporkan perbuatan oknum dokter berinisial AG ke unit PPA Polres Lampung Timur yang diduga telah mencabuli pasiennya Mawar anak dibawah umur.

“Sudah dilaporkan dan korban juga sudah di visum, semua sudah lengkap tinggal menunggu tindakan dari Polisi” ujarnya.

Sementara itu pihak kepolisian Polres Lampung Timur masih enggan memberikan keterangan terkait kasus yang diduga melibatkan oknum dokter itu. Kasat Reskrim AKP Sandi Galih maupun Kanit PPA Polres Lampung Timur Aipda Dipos Sianturi belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui pesan WA pribadinya.

Kasus yang dilaporkan pada tanggal 10 September 2018 itu kini sedang ditangani oleh Unit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Lampung Timur. Dari keterangan seorang pendamping proses pemeriksaan telah dilakukan hingga hari ini 13 September 2018.

Reporter: Aini

Editor: Coi/Choiri

banner 468x60)

#anakdibawahumur #pencabulan #profesidoktor

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply