Aliansi Masyarakat Trenggalek Serahkan Petisi Penolakan Tambang Emas

  • Whatsapp

KABAR RAKYATRencana exploitasi tambang emas diTrenggalek yang rencananya akan dilakukan oleh PT SMN, mendapat penolakan 13 ribu masyarakat.

Hari ini, Aliansi Rakyat Trenggalek menyerahkan hasil petisi dukungan penolakan tambang emas tersebut kepada Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, diparinggitan pendopo Manggala Praja Nugraha. Senin (29/3).

Bacaan Lainnya

Penolakan masyarakat diwujudkan dalam bentuk petisi yang ada dalam laman Change.org.

Aliansi Rakyat Trenggalek merupakan gabungan dari 15 organisasi itu menyerahkan hasil petisi di laman Change.org yang telah ditandatangani lebih dari 13 ribu orang atau netizen.

Suripto perwakilan ART dalam paparannya menyampaikan bahwa dirinya bersama masyarakat Trenggalek dengan tegas menolak dengan adanya rencana tambang emas diTrenggalek yang akan dilakukan oleh PT SMN.

” Pertama, sebagian wilayah izin itu termasuk dalam area hutan yang perlu dipertahankan karena area hutan tidak boleh digunakan untuk budidaya, apalagi pertambangan,”

” Kedua, sebagian wilayah yang masuk dalam izin tambang berada di kawasan rawan longsor. Tingkat kemiringan rata-rata di lahan itu, menurut dia, sekitar 40 derajat. Apabila aktivitas pertambangan dilakukan di sana, masyarakat banyak yang khawatir keberlanjutan geografis wilayah itu akan terancam,”

“Ketiga, sebagian wilayah juga masuk dalam kawasan ekosistem karst. Itu kawasan lindung strategis dan penting untuk dipertahankan demi keberlangsungan sumber daya alam dan lainnya,” terang Suripto.

Anggota Aliansi Masyarakat Trenggalek ( ART) sangat mengapresiasi langkah Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang secara tegas menolak adanya eksploitasi tambang emas di wilayahnya.

Mohon diketahui izin usaha penambangan yang dipermasalahkan masyarakat Trenggalek adalah IUP yang dimiliki oleh PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) yang saat ini sudah mendapatkan keputusan untuk berproduksi.

Berdasarkan laman Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, izin ekploitasi itu berlaku untuk lahan seluas 12.813 hektare (ha) di Kabupaten Trenggalek.

Tanggapan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin setelah menerima hasil petisi yang disampaikan aliansi, akan mendukung penuh  aspirasi warga yang menolak adanya  tambang emas.

“Nanti kami akan segeta mendalami terkait adanya rencana exploitasi tambang. Kami melihat ada yang tidak masuk akal karena kami dipemerintah kabupaten tidak mengetahui dengan benar terkait datanya. Dan segera terkait surat petisi, akan segera kami teruskan sebagai lampiran surat kami yang akan kami kirimkan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” pungkas Arifin.*

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *