Kamis, November 26, 2020
Beranda BERITA PENDIDIKAN Alumni IAIN Jember Peringati Maulid Nabi dan Sumpah Pemuda, Online

Alumni IAIN Jember Peringati Maulid Nabi dan Sumpah Pemuda, Online

REPORTERIfa Bahsa

KABAR RAKYAT – Malam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting membawa misi kelahiran kemuliaan. Kelahiran Nabi akhir jaman panutan umat muslim. Sedangkan Sumpah Pemuda cikal bakal kelahiran kemerdekaan Republik Indonesia.

Dua momentum penting itu digunakan para pemuda untuk merayakan keduanya secara daring dalam Komunitas. Yakni dimulai dengan tawassul, kepada baginda  Nabi Muhammad SAW. Kemudian membacakan shalawat bil qiyam,  Rabu (28/10) malam.

Karena anggotanya adalah mantan santri, para pemuda sudah terbiasa runut bersholawat nabi. Dilanjutkan doa bersama. Para pemuda teman lama saat kuliah di Fakultas Dakwah IAIN Jember. Mereka mantan aktivis dari berbagai organisasi kemahasiswaan.

Baca : Peringati Hari Sumpah Pemuda,  PMII Bondowoso Gandeng Kapolres Gelar Baksos

Biasanya ketika PHBI (Perayaan Hari Besar Islam) mereka mengadakan pertemuan. Namun karena pendemi Covid-19, mereka hanya bisa bertatap muka secara online. Komunitas dinamai ‘Republik Sal-Sal’ tersebar di berbagai kabupaten/kota. Yakni Jember, Madura, Bondowoso, dan Sidoarjo.

Ketua Pemuda ‘Republik Sal-Sal’, Abdul Munib mengatakan, bahwa umat Islam Indonesia selalu memiliki momentum yang tepat guna mewarnai Indonesia dengan keteduhan.

“Maulid Nabi yang bertepatan dengan Sumpah Pemuda kali ini, tentu memberi pesan tersendiri. Pekik lantang Sumpah Pemuda dan pujian syahdu ‘mahallul qiyam’ pada hakikatnya merupakan pertemuan rasa,” jelas Mahasiswa Pascasarjana UIN Jogja tersebut.

Baca : Gelar Festival Menulis, Bupati Anas Dorong Literasi Yang Membawa Semangat Optimisme

Menurutnya, tiga larik Sumpah Pemuda sebenarnya wujud kecintaan terhadap bangsa, tanah air, dan bahasa. Sedang syair barjanji merupakan ungkapan rindu pada Rasulullah.

“Cinta dan rindu akan usang bila tidak dibalut dengan rasa. Lantaran itu, kita harus menerjemah rasa yang dimodifikasi dengan Sumpah Pemuda oleh Bung Tomo dan kawan-kawan serta larik salawat yang ditulis oleh Syekh Ja’far al-Barzanji pada rasa kepedulian kita terhadap bangsa yang besar ini,” paparnya.

Menurutnya, sumpah pemuda pelecut untuk merasa lebih memiliki pada tanah air kita. “Adapun salawat berfungsi sebagai peneduh dalam merawat bangsa ini,” imbuhnya.

Baca : Culinary Festival & Art Show, Perupa Banyuwangi Menjawab Pemulihan Ekonomi

Karena momentumnya bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda. Di akhir kegiatan diisi diskusi bersama, terkait kepemudaan dan kondisi sosial-politik bangsa Indonesia saat ini.

Sekedar informasi, pemuda yang tergabung dalam ‘Republik Sal-Sal’ merupakan pemuda yang produktif. Ada yang melanjutkan S2 dan sudah menulis buku, aktif menulis di media, content creator, pengusaha, aktivis HAM dan sebagainya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca