“Anakku Brigda Riza Bagaimana Kabarmu di Palu?”

  • Whatsapp
Keluarga Brigra Riza
Keluarga Brigra Riza

Pasangan Imam Sarjono dan Usrotul Hasanah orang tua Brigda Riza Personil Polda Palu (ft. Yons)

KABARRAKYAT.ID – Keluarga Brigda Riza Mahdiya Annisa, anggota Polri bertugas di Palu Sulawesi Tengah  asal Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mengaku kehilangan kontak putri tercintanya. Pasangan Imam Sarjono dan Usrotul Hasanah bingun dan gelisah, sejak mendapat informasi musibah gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, baru ini.

Semakin bingung, setelah putri tercintanya Brigda Riza Mahdiya Annisa sulit dihubungi dan tidak lagi ada kontak sama sekali. Beberapa kali ditelphone pribadi dan rekannya juga tidak lagi bisa dihubungi.

Bacaan Lainnya

“Anak saya (Brigda Riza Mahdiya Annisa) 4 tahun bertugas di bagian Sumber Daya Manusia (SDM) di Polres Palu,” kata ayah Brigda Riza ditemui dirumahnya, di Situbondo, Minggu (30/9/2018).

Pengakuan kedua orang tua Brigda Riza, mendapatkan kontak terakhir setelah kejadian gempa, dari rekan riza, jika Riza saat kejadian, bertugas dianjungan, tepatnya di Jembatan Kuning, dalam rangka kegiatan gladi bersih acara ulang tahun Kota Palu.

Sementara yang bersangkutan masih sempat menghubungi rekannya, pada kejadian gempa awal, namun, setelah kejadian kedua yang mengakibatkan tsunami, telponnya sudah tak dapat dihubungi dan keluargapun panik. “Harus kemana lagi kami menghubungi anak saya,” ungkapnya.

Brigda Riza Palu
Brigda Riza Mahdiya Annisa

Kemarin siang mendapatkan telpon dari rekan TNI, yang bertugas dilokasi, ada 6 anggota popres yang bertugas berhasil dievakuasi dan semuanya laki-laki. Sementara anggota Polwan, belum juga diketahui dan belum ada keterangan resmi.

Baca juga:

Usrotul Hasanah, ibu Brigda Riza, telah menghubungi call center posko bencana di Palu, juga tak dapat menembusnya. Sementara dirinya akan berangkat ke Palu besuk, namum, kemana dan pada siapa dirinya harus bertanya. Sementara, hingga saat ini, belum ada pihak pemerintah kabupaten Situbondo, yang bisa memfasilitasi.

Usrotul Hasanah, hanya ingin, anaknya ditemukan dan harapan besarnya dalam kondisi selamat. Hasanah, berharap dapat terbang ke palu menuju Palu dan mendapatkan bantuan pemerintah setempat, untuk memastikan keberadaan anaknya yang di Palu.

Keluarga semakin tak kuasa menahan kesedihan, saat melihat tayangan televisi, dimana Jembatan Kuning , yang menjadi pusat kegiatan gladi bersih, itu dalam kondisi jempatan putus dan air laut yang masuk kedaratan, begitu tinggi.

Kepastian keberadaan anaknya, yang sedang bertugas di anjungan, Jembatan Kuning,hingga kini belum jelas, dan berharap tim Basarnas, pihak Polres Palu, juga pemerintah Kabupaten Situbondo, dapat memberikan informasi, kemana dirinya harus mencari informasi tersebut.

Dan niat kebrangkatanya ke Palu, pasangan suami isteri ini, juga masih bingung, pasalnya di Palu tak ada satupun saudara atau kerabat yang dikenal dan harus mengunakan transportasi apa untuk sampai ke Kota Palu.

Reporter: Yons

Editor: Coi/Choiri

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *