Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati: Waspadai Corona, Jangan Abaikan DBD

  • Whatsapp
2704852301Kurniasih Mufidayati
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Kurniasih Mufidayati @DPR_RI

KabarRakyat – Meski pemerintah tengah serius mengantisipasi wabah Virus Corona (Covid-19) yang terus menyebar.

Kendati demikian, pemerintah khususnya Kementrian Kesehatan (Kemenkes) diminta juga perhatian terhadap wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tak kalah serius dampaknya bagi kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat.

Demikian ditegaskan anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati dalam siaran persnya di PRNM (jaringan media network Pikiran Rakyat), Rabu 11 Maret 2020.

“Mewaspadai dan serius mengantisipasi serta menangani dampak Virus Corona itu harus. Tapi jangan abaikan DBD, karena korban DBD sudah jauh lebih banyak dari korban Corona,” tegas Mufida.

Politisi PKS ini menambahkan, menurut data Kementerian Kesehatan, sejak Januari hingga Maret 2020 saja tercatat ada 16.099 kasus DBD.

Dari jumlah itu, 100 orang di antaranya meninggal dunia.

Sementara kasus Virus Corona di Indonesia hingga 10 Maret tercatat 694 orang yang diperiksa. Dari jumlah tersebut, 27 dinyatakan positif terinfeksi dan sisanya negatif.

“Ini nyata-nyata sudah lebih banyak korban akibat DBD daripada Corona. Karena itu, pemerintah juga harus mengambil langkah yang tak kalah seriusnya untuk penanganan DBD dari yang dilakukan terhadap wabah Virus Corona,” tandas politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Provinsi NTT menjadi daerah terparah, terutama Kabupaten Sikka. Sejak 1 Januari sampai 9 Maret tercatat 1195 kasus DBD di NTT. Pemerintah harus memberikan perhatian lebih besar.

Laporan kasus-kasus DBD juga bermuncul dari provinsi lain seperti Jawa Barat. Sepanjang Januari hingga Maret 2020, tercatat 15 warga Jabar meninggal karena DBD.

Menurut beberapa sumber, dengan iklim tropisnya, Indonesia memang lebih rawan DBD dibanding Covid-19, jelas Mufida.



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *