‘Anti Manja’ Sulap Tukangkayu Jadi Kampung Jahe Banyuwangi

  • Whatsapp

Ilustrasi Jahe (Foto. PIXABAY)

KABAR RAKYAT – Keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang untuk aktivitas berkebun. Adalah warga Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi yang menyulap kampungnya menjadi sentra jahe dengan memanfaatkan lahan pekarangan.

Sentra jahe ini tepatnya berada di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Tukangkayu, sebuah kampung padat penduduk. Warga menanam tanaman berkhasiat tersebut di pekarangan rumahnya dengan menggunakan polybag.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga, Qorinatul Urbaniyah (23) mengatakan, munculnya ide Kampung Jahe berasal dari inisiatif warga yang saat itu getol menanam jahe di tempat yang sempit.

“Pertama yang nanam hanya 15 orang, tapi sekarang sudah hampir merata warga menanam jahe di pekarangan rumah,” ujarnya.

Wakil Ketua Komunitas Anggota Inti Menanan dan Memanfaatkan Jahe (Anti Manja) Baim juga menjelaskan bahwa sejak awal Januari lalu komunitasnya telah merintis untuk menanam jahe dan sosialisasi kepada warga agar memanfaatkan lahan pekarangannya.

“Sampai saat ini sudah ada 250 tanaman jahe yang telah ditanam oleh warga. Jahe tersebut diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman, seperti wedang jahe, bagiak jahe, rengginang jahe, dan wedang uwuh,” kata Baim.

Warga di sana pun kini menyebut kampungnya dengan Senja (Senang Jahe) Di Kampung Jahe. Tanaman Jahe yang ditanam adalah jahe emprit, jahe merah hingga jahe gajah. Semuanya ditanam dengan cara organik. Pelatihan pun sudah dilakukan.

Tanaman Jahe dipekarangan rumah warga Tukangkayu
Tanaman Jahe dipekarangan rumah warga Tukangkayu

Tak hanya pelatihan menaman jahe, warga juga membuat kuliner berbahan jahe. Mulai dari makanan ringan, minuman hingga makanan berat bercinta rada jahe.

“Snack bagiak, keripik matahari, kucur, jenang tape dan dodol jahe. Semua beraroma dan rasa jahe. Minuman juga, mulai dari jahe hangat, wedang ronde, teh jahe aren, kopi jahe sekoteng dan makanan yang bercinta rasa jahe,” kembali kata Qorinatul.

Apa yang dilakukan warga rupanya mendapat dukungan penuh dari pemkab. Camat Kota Banyuwangi Muhammad Lutfi menyampaikan apresiasinya atas insiatif warga yang menggalakkan urban farming.

“Tak hanya wilayah desa yang digerakkan untuk pertanian. Tapi juga perkotaan dengan manfaatkan lahan sempit menjadi lahan bercocok tanam yang bermanfaat. Apalagi jahe ini kan rempah berkhasiat tinggi, dan sangat diburu masyarakat selama pandemi,” ujarnya

Menurut Lutfi, adanya Kampung Jahe ini juga diharapkan menjadi alternatif untuk menggerakkan ekonomi warga setempat. Jahe-jahe yang ditanam bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis.

“Akan dilengkapi pula pelatihan membuat olahan dari bahan utama jahe. Misalnya pelatihan kuliner jahe, packaging kuliner jahe hingga berbagai kerajinan dari bahan jahe. Harapannya, warga bisa punya nilai ekonomi tambahan dari menanam jahe di pekarangan rumahnya,” pungkas Lutfi.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *