Antisipasi Joki Seleksi CPNS, Pemkab Blitar Gunakan Sistem Pengamanan Berlapis

  • Whatsapp

seleksi cpns
Antisipasi joki saat tes CPNS dengan menggunakan peralatan dari Dispendukcapil

KABAR RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Blitar dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejak tahun 2019 mantap telah menggunakan sistem pengamanan berlapis.

Hal ini dilakukan supaya proses seleksi penerimaan CPNS berjalan dengan lancar dan transparan tanpa ada campur tangan dengan oknum lain.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Blitar, Mashudi mengatakan, penggunaan sistem berlapis ini guna menghilangkan praktek jual beli kursi CPNS oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sehingga, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di wilayah setempat kedepannya terus ditingkatkan bahkan bisa diterapkan pada skala nasional.

“Antisipasi joki saat pelaksanaan CPNS Mantap kali ini sudah disiapkan sejak awal. Mengingat di daerah Makasar telah ditemukan 8 joki saat pelaksanaan SKD Kemenkumham, sehingga menimbulkan stigma negatif terhadap rekruitmen CPNS. Adanya fenomena itu, kita pelajari agar tidak terjadi di wilayah Kabupaten Blitar,” kata Mashudi.

Guna mengantisipasi joki CPNS, kata Mashudi, tahap seleksi SKD menggunakan sistem online yakni berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan diberikan PIN test.

Metode seleksi ini akan dibantu dengan perangkat komputer untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar yang digunakan dalam seleksi CPNS.

“Jadi jasa titipan CPNS kemungkinan kecil bisa lolos seleksi SKD karena kita sudah menerapkan jurus jitu. Selain itu, hasil seleksi juga langsung keluar di monitor jadi bisa dilihat langsung oleh seluruh peserta. Pokonya kita terus meningkatkan pengamanan supaya yang lolos seleksi benar – benar calon pegawai yang berkualitas,” imbuhnya.

Mashudi menambahkan, inovasi proses seleksi CPNS yang bebas calo ini juga tidak lepas campur tangan dari Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil wilayah setempat karena telah membantu mensukseskan penerimaan CPNS.

Dilain sisi, Dispendukcapil juga menggunakan peralatan berbasis biometrik yaitu Card Reader, Fingerprint Scanner dan Iris Scanner sehingga tingkat kebobolan sangat minim.

Perlu diketahui, jumlah peserta SKD CPNS 2019 asal Kabupaten Blitar mencapai 11.011 orang, sebanyak 1.388 orang dipastikan lolos seleksi tersebut dan berhak mengikuti tes SKB.

Sementara kuota yang didapat Kabupaten Blitar pada perekrutan CPNS 2019, yakni sebanyak 541 formasi, 188 diantaranya tenaga kesehatan, 186 tenaga pendidikan, dan 167 tenaga teknis.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *