Minggu, Januari 17, 2021
Beranda HOT NEWS Antisipasi La Nina Gubernur Jatim Meminta Instansi Detailkan Mitigasi

Antisipasi La Nina Gubernur Jatim Meminta Instansi Detailkan Mitigasi

KABAR RAKYAT – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta BMKG, BPBD, Dishub, PU Cipta Karya, Binamarga dan Dinas Sosial untuk bersiap mengantisipasi peningkatan curah hujan yang cukup tinggi akibat fenomena anomali Iklim La Nina.

“Bedasarkan data dari BMKG, La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan naik 25 persen,” ungkap Gubernur Khofifah di Rakor Kesiapsiagaan di Kantor BPBD Prov. Jatim, Sidoarjo, Rabu (21/10).

Semua pihak utamanya instansi yang memiliki kemampuan kebencanaan untuk segera memitigasi dari setiap potensi kebencanaa dari hulu hingga hilir.

Baca : Puslatpurmar 7 Lampon Turut Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Rakor kali ini, pinta Khofifah, harus bisa membreakdown secara detail. Terutama pada jalur evakuasi kepada masyarakat jika terdapat bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung.

“Saya minta ini harus di detailkan, baik BMKG, BPBD, Dinsos, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Kesehatan, hingga Bappeda dan seluruh instansi kebencanaan untuk mengantisipasi dampak. Ini sesuatu yang kompleks karena kebencanaan bisa mengakibatkan kemiskinan baru,” tegasnya.

Gubernu Khofifah mengingatkan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini penanganan bencana harus dilakukan secara detail dan terukur.

Baca : Sampang Berlatih Kesiagaan Bencana Alam

Khofifah mengibaratkan, jika nantinya terjadi bencana bisa melakukan evakuasi dimana saja dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Inilah yang membedakan antara antisipasi resiko bencana alam saat ada dan tidak ada pandemi covid-19.

Dalam waktu dekat, Pemprov Jatim akan melakukan apel kesiapsiagaan bencanaan bersama semua pihak untuk lebih mengantisipasi dampak dari kebencanaan bisa dipersiapkan dengan detail.

Kepada masyarakat Jawa Timur, pesan Khofifah, tetap berhati- hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, sambaran petir, pohon tumbang dan jalan licin.

Baca : Sinergi Dengan LinkAja, Banyuwangi Dorong Transaksi Non Tunai Sektor Pariwisata

“Intinya kami ingin masyarakat tetap waspada namun harus tetap tenang dan jangan panik,” tegasnya.

Guna antisipasi dan tingkatkan kewaspadaan, Khoffiah akan memimpin apel kesiapsiagaan di tiga titik daerah mataraman, tapal kuda dan daerah pantura.

“Kami akan melakukan apel secara simultan bersama BPBD dan Tagana serta 22 kabupaten/kota di Jatim. Kita akan melakukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sehingga masyarakat tetap tenang dan tidak panik,” ujarnya.

Baca : Melancong ke Bondowoso kini Dipermudah

Kepala BMKG Tanjung Perak Taufiq mengatakan, La Nina bukan merupakan Badai melainkan fenomena kenaikan suhu muka laut di pasific utara yang membawa perubahan cuaca di Indonesia.

“Kami ingin semua melakukan deteksi lebih dini agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan,” tutupnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca