Area Megalithikum Grujugan Dilarang Dibangun Pabrik

97 views
banner 468x60)

banner 468x60)
Bupati-dan-Wabup-foto-bersama-TACB-Kadis-Pendidikan-dan-PT-Inda-Karya-Plywood

Foto: Bupati dan Wabup foto bersama TACB, Kadis Pendidikan dan PT IKP.

KABARRAKYAT.ID – Area situs megalithikum Desa Pekauman Kecamatan Grujugan, Bondowoso dilarang atau tidak akan ada pembangunan perluasan pabrik PT. IKP (Indah Karya Plywood) seperti diberitakan sebelumnya.

Keputusan itu diambil Pemkab Bondowoso, usai digelar pertemuan bersama antara Bupati Salwan Arifin didampingi Wakil Bupati Irwan, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan pihak IKP, bertempat di Peringgitan Pendopo Bupati, Rabu (22/5/2019).

“Kami putuskan, tidak boleh dibangun, bangunan apapun itu. Akan segera dibangun di sana, khusus museum megalithikum,” tegas Wabup Irwan pada wartawan di Bondowoso.

Indah Karya Plywood tidak boleh melakukan aktivitas pembangunan, lanjut Wabup Irwan. Sementara untuk batu yang dipindah, harus dikembalikan seperti semula dan akan ditata ulang oleh pihak berwenang, karena itu sudah kesepakatan. Sedangkan masalah status tanahnya, akan jadi pembicaraan. Menurutnya, Pemkab berencana untuk mengambil alih tanah itu yang kemudian dibangun museum megalitikum.

“Tanah warga yang baru, yang dimiliki perusahaan itu (IKP) sekitar 4 hektar. Mengingat di sana masuk kawasan industri, maka Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan mereview RTRW-nya. Yang awalnya masuk kawasan Industri akan dijadikan kawasan cagar budaya,” jelasnya.

Bagi pabrik, pemerintah akan merelokasi, karena di sana memang banyak benda-benda megalithikum yang tak ternilai harganya.

“Relokasi pabrik nanti akan dipindah ke tanah Pemkab, karena kita punya tanah Pemkab di dekat itu juga. Nanti bagaimana solusinya Pemkab,” paparnya.

Sebelumnya sempat memanas, karena rencana perluasan pabrik, mengakibatkan beberapa benda megalithikum rusak dan dipindah dari tempat semula.

Di tempat yang sama, Blasius Suparta dari TACB Jawa Timur menjelaskan, bahwa benda-bnda megalithik di Bondowoso adalah terbanyak Jumlahnya di Indonesia.

“Perlu diketahui, Bondowoso paling banyak benda sejarahnya, bahkan terbanyak se Indonesia dan terlengkap. Ada banyak benda megalithikum yang berada di lahan milik warga. Jadi solusinya, pemilik lahan itu dijadikan juru pelihara. Terus di gaji negara, kemudian disuruh merawat jangan sampai dirusak. Kalau Pemda mau beli tanahnya semua kan tidak bisa,” jelasnya.

Dia juga memaparkan, bahwa benda yang sudah dipindah akan dikembalikan ke tempat semula. Asalkan, titik awalnya tidak berubah maka nilai sejarahnya tetap.

“TACB kan jagonnya untuk rekonstruksi, yang pecah atau rusak bisa kembali lagi,” jelasnya.

Selain Bupati dan Wabup, hadir juga untuk membahas nasib area pusat megalitikum Desa Pekauman Kecamatan Grujugan, yakni Kadisdikbud Harimas, serta Pj Sekda Agung Tri Handono.

Reportrer : ifa

Editor : Setiawan

banner 468x60)

#bondowoso #pembangunan pabrik #situs megalithikum

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply