Jumat, November 27, 2020
Beranda DESTINASI ASIDEWI Bareng NGO Gelar Cross Borneo Expeditions di Perbatasan

ASIDEWI Bareng NGO Gelar Cross Borneo Expeditions di Perbatasan

REPORTERYusuf S

Optimis Kembangkan Ekonomi Lewat Wisata di Daerah Terpencil Pedesaan di Kalimantan Barat

KABAR RAKYAT – Semangat menumbuhkembangkan ekonomi lewat pariwisata dan mengenalkan potensi daerah terpencil pedesaan ke dunia luas, tercetus dalam kegiatan bertajuk Cross Borneo Expeditions.

Rangkaian event, Cross Borneo Expeditions salah satunya program Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Desa Sebubus, Kec. Paloh, Kab. Sambas,  Kalimantan Barat. Dimana daerah ini merupakan kawasan diperbatasan langsung dengan Negeri Jiran Malasyia.

Baca : Wisata GWD Banyuwangi Konsisten Jaga Kebersihan

Kegiatan di gagas bersama Non Governmnet Organization (NGO) Earthqualizer, Sahabat Hutan Lestari,  ASIDEWI, Yuk Kita Jelajah Katulistiwa bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kab. Sambas ini, berlangsung 5 hari, mulai tanggal 14 – 18 Oktober 2020.

Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI), Yuwono menerangkan kegiatan diawali pelatihan kelompok pengelola destinasi. Misalnya, pelatihan pemetaan potensi. Lewat pemetaan akan sangat berguna dalam pengembagan potensi daerah.

Yuwono menjelaskan, langkah pertama pemetaan potensi daerah. Ada hutan mangrove, kelompok nelayan bisa dikembangkan sebagai kelompok wisata, juga ada hutan yang bisa dikelola, serta potensi lokal peternakan Lebah Kelulut (sejenis madu kelanceng).

Baca : Alpokat Baja Diklaim Jenis Buah Varietas Unggul

“Kuliner dari bahan lokal, pemanfaatan lahan untuk kedaulatan pangan desa, serta kawasan pesisir yang indah  ini bisa dikemas menjadi satu kesatuan,” ungkap Yuwono.

Ketua ASIDEWI ini menambahkan potensi lain, seperti konservasi Penyu yang bisa dikembangkan dan dilestarikan Kawasan Paloh.

Andi Yuwono, Ketua ASIDEWI

Menurutnya, Wisata Desa Sebubus, Kec. Paloh, Kab. Sambas,  Kalimantan Barat, secara geografis masuk kawasan Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia.

“Yang harus diperhatikan dan ditumbuhkembangkan agar lebih dikenal lewat potensi pariwisata. Ini jadi konsentrasi kami, agar penduduk diperbatasan tidak jauh tertinggal dari negara tetangga,” imbuhnya.

Baca : Wagub Emil Secara Virtual Membuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan

Yuwono meyakini kegiatan menumbuhkembangkan ekonomi melalui Desa Wisata adalah langkah yang tepat. “Inisiasi Desa wisata salah satu pilihan membangun di perbatasan. Harapan kedepan, desa ini dirancang etalase Indonesia untuk produk pariwisata berbasis masyarakat,” imbuh Yuwono.

“Insyaalloh niat dan spirit kearifan kokal, menuju desa wisata hebat bangsa bermartabat itu akan bisa terwujud di daerah ini,” pungkasnya.

Andi Yuwono, Ketua ASIDEWI dalam event Cross Borneo Expeditions.

Kegiatan pelatihan dan expedisi perbatasan oleh beberapa lembaga ini di suport Pemda Kab. Sambas. Penutupan di hari ke-5, peserta diberi edukasi konservasi Penyu di Pantai Belacan Camp WWF Pantai Paloh.

Dengan release Tukik jenis Penyu Hijau sebanyak 70 tukik usia 40 Tukik di umur 2 hari setelah menetas dan dikawal langsung petugas WWF. Kawasan pusat konservasi Penyu terbesar di Kalimantan ini memiliki panjang garis pantai sebagai pendaratan Penyu 63 Km dengan keindahan pasir putihnya yang elok dan indah.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca