Bangkitkan Bisnis Galangan Kapal Era Bupati Samsul Hadi, Komisi III Kunker ke PT. Dumas Surabaya

  • Whatsapp
Pertemuan Komisi 3 dg PT Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya
Pertemuan Komisi 3 dg PT Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya. ft. Istimewa

KabarRakyat.ID – Kalangan DPRD Banyuwangi menilai, Banyuwangi merupakan wilayah yang potensial untuk pengembangan industri galangan kapal, baik untuk industri perbaikan kapal (Ship Repair) maupun pembangunan kapal baru (Ship Building).

Untuk mendukung potensi tersebut, DPRD Kabupaten Banyuwangi mendorong eksekutif agar mengoperasikan kembali perusahaan penyedia jasa perbaikan kapal yang pernah dimiliki, saat era Bupati Samsul Hadi (Alm), yakni PT. Trabasti yang merupakan usaha gabungan antara Pemkab Banyuwangi dengan PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard, Surabaya, yang pernah menggeliat di era Bupati Banyuwangi dijabat almarhum Ir. Samsul Hadi.

Read More

Dan sebelum wacana mengoperasikan kembali perusahaan jasa perbaikan kapal tersebut terlaksana. Pimpinan dan Komisi III DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Surabaya, Jum’at (24/01/2020) lalu.

Wakil Ketua DPRD, Ruliono,SH selaku ketua rombongan mengatakan, kunjugan kerja yang dilakukan pihaknya dalam rangka koordinasi dan ingin melihat langsung aktifitas kerja perusahaan galangan kapal PT Dumas .

“ Perusahaan tersebut cukup bonafide, dan kenyataannya sudah bekerjasama dengan negara Belanda, Jerman, selain itu juga mampu menyelesaikan pesanan kapal  dari luar negeri dengan bobot minimal 1.500 Groos Ton (GT), “ ucap Ruliono saat dikonfirmasi KabarRakyat melalui sambungan Whatsaap, Jum’at (31/01/2020) .

Dijelaskan, PT Dumas merupakan mitra Pemkab Banyuwangi dalam usaha perbaikan kapal dengan kepemilikan saham sebesar 49 persen. Sedangkan  penyertaan modal Pemkab Banyuwangi sebesar 51 persen atau senilai Rp. 25,5 miliar. Karena itu, apabila perusahaan dok apung yang pernah di miliki Pemkab Banyuwangi bekerjasama dengan PT Dumas tidak segera dioperasikan, maka Pemkab justru akan dirugikan.

“ Selain sangat potensial, saat ini daerah lain seperti Kabupaten Sumenep, Lamongan juga ingin mengajak PT.Dumas untuk berinvestasi di daerahnya , “ ungkap Ruliono.

Komisi III DPRD ke Dumas Surabaya (1)

Ruliono berharap kepada PT Dumas tidak hanya menyediakan jasa perbaikan kapal atau dok apung di Banyuwangi. Namun juga harus memproduksi atau membangun kapal baru di Bumi Blambangan, sehingga akan menyerap banyak tenaga kerja lokal.

“ Harapannya kedepan PT Dumas dapat membangun kapal baru di Banyuwangi, sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja , “ ucap Ruliono.

Senada dengan Ruliono, Ketua DPRD yang lain, Michael Edy Hariyanto juga akan mendesak eksekutif untuk segera mengoperasikan kembali PT Trabasti. “ Ada uang rakyat Banyuwangi sebesar Rp. 25,5 miliar, itu nilai yang sangat besar , “ ucapnya.

Jika dana puluhan miliar tersebut dikelola dengan baik, dapat menghasilkan keuntungan ratusan juta pertahun. “ Sebagai Wakil Ketua DPRD saya mendorong usaha bersama antara Pemkab Banyuwangi bersama PT.Dumas ini kembali dioperasikan, karena jasa perbaikan kapal itu sangat prospektif, “  kata Michael Edy Hariyanto.

Sementara terpisah mantan direktur PT.Trabasti, Ir.H.Naufal Badri mengaku sangat mendukung upaya menghidupkan kembali perusahaan jasa perbaikan kapal yang pernah dipimpinnya.

Menurutnya bisnis dok apung sangat potensial, Saat ini jumlah kapal dengan docking yang tersedia belum seimbang. Padahal setiap tahun, kapal diwajibkan untuk menjalani docking, sehingga kapal-kapal yang beroperasi di Selat Bali harus antri docking di Surabaya.

“ Jasa perbaikan kapal saat ini prospeknya sangat bagus dan potensial , “ pungkas Naufal Badri.

Reporter : Hariyadi

Editor : Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *