Banner Kritik Pemkab Diturunkan, PKL Dijamin Tak Ada Penggusuran

  • Whatsapp
Banner PKL Pasar BWI2 (1)
PKL di Pasar Induk Banyuwangi Kota. ft. Fattahur/KabarRakyatID

KabarRakyat.ID – Banner bertulis kritik kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang dipasang sejumlah aktifis pegiat masyarakat yang mendampingi PKL Pasar Induk Banyuwangi Kota kini  sudah dibersihkan. Banner diturunkan bersama-sama Satpol PP dan aktifis.

Pada, Kamis (23/1) kemarin, sudah berlangsung pertemuan, para aktifis di Banyuwangi, Rejowangi, Alian Rakyat Bersatu dan Formasi. Masing-masing ketua pegiat masyarakat, Eko Soekartono, Mujiono dan Yudi Prasetyo bertemu langsung dengan Ir. H. Mujiono Sekda, Anacleto Da Silva Kepala Satpol PP, Azis Hamidi Kepala Kesbangpol Linmas.

Read More

Banner PKL Pasar BWI2 (2)
Banner berisi sindiran sebelum dicopot. (ft. Fattahur/KabarRakyatID)

“Pertemuan awal di kantor Satpol PP, dengan Sekda, Kepala Satpol PP, Kepala Kesbangol.  Setelah berdialog dan saling memahami. Dilanjutkan kelokasi pasar menemui warga pedagang pasar. Agar tidak resah lagi berjualan. Karena tidak ada lagi yang namanya penggusuran. Tapi berpesan agar kebersihan tetap di jaga,” kata Mujiono dihubungi ponselnya, Jum’at (24/1/2020).

Terpisah, Sekretaris Paguyuban PKL, PAKOMPAK, Sudirman, membenarkan sudah ada pertemuan dengan Pemkab Banyuwangi. “Disepakati, tidak akan ada penggusuran PKL hingga nanti sudah dilakukan penataan didalam pasar,” kata Surdiman.

Banner PKL
Banner aktifis bela PKL di Pasar Induk Banyuwangi Kota. (ft. Fattahur/KabarRakyatID)

Seperti diberitakan, Pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Induk Banyuwangi Kota, mendapat surat Pemberitahuan larangan berdagang di jalan dari Satpol PP Kabupaten Banyuwangi. PKL dianggap melanggar Perda No. 11 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Mereka mengaku resah, karena tidak bisa mencari nafkah dan takut kehilangan pelanggan.

Surat Satpol PP, No. 300/130/429.119/2020 ditandatangani Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyuwangi, Anacleto Da Silva, tanggal 21 Januari 2020. Inti surat sejak tanggal 22 Januari dan seterusnya tidak boleh berdagang di jalan.

Reporter: Choiri

Editor: Richard

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *