Banyuwangi 2020 Fokus ke Sumber Daya Manusia

264 views
Bupati Anas_ok

Foto: Bupati Abdullah Azwar Anas (dok/kabarrakyat.id)

KABARRAKYAT.ID – Pemkab Banyuwangi merancang rencana kerja (renja) 2020. Yang difokuskan pada program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Presiden Jokowi akan menitikberatkan pada pembangunan SDM. Maka daerah harus menerjemahkan arahan itu,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam Forum Lintas Perangkat Daerah Penyusunan Renja Pemerintah Daerah 2020, Rabu (6/3/2019).

“Dengan fokus ke SDM, kita meningkatkan daya saing warga, sehingga dapat mengatrol kesejahteraan di tengah tantangan ekonomi yang tidak ringan,” imbuh Anas.

Peningkatan kualitas SDM ditempuh dengan sejumlah cara, antara lain perluasan akses pelayanan kesehatan dengan peningkatan kesehatan ibu-anak, perbaikan gizi, dan mencegah penyakit menular maupun tidak menular.

“Sehingga kesehatan warga terjaga, bisa produktif menjalankan kegiatan ekonomi,” imbuh Anas.

Dia menambahkan, akses dan kualitas pendidikan juga menjadi perhatian. Di antaranya dengan percepatan pelaksanaan Wajib Belajar 12 tahun, pemerataan akses, dan peningkatan relevansi konten pendidikan dengan tantangan zaman.

“Gerakan angkat anak putus sekolah (Garda Ampuh) agar dioptimalkan. Camat dan desa perlu menyisir intensif siswa yang ada kendala bersekolah. Pemkab telah menyediakan instrumennya. Kita ada beasiswa, uang saku dan transportasi bagi siswa miskin, juga program Siswa Asuh Sebaya,” ujar Anas.

Anas menekankan pentingnya perluasan program Beasiswa Banyuwangi Cerdas yang memberi fasilitas biaya kuliah bagi anak muda.

“Sekarang sudah 800 anak muda dikuliahkan. Saya berharap ke depan kita bisa jangkau sampai lebih dari 1.000 anak muda, bisa kuliah gratis di berbagai kampus di Indonesia,” papar Anas.

Prioritas lain untuk 2020 adalah meningkatkan pendapatan masyarakat. Strategi yang dikedepankan adalah dengan melakukan perbaikan iklim investasi dan usaha, peningkatan ketersediaan lapangan kerja yang layak. Juga fasilitasi pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Banyuwangi, lanjut Anas, terus menjalankan program jaring pengaman sosial bagi warga nonproduktif, seperti program Rantang Kasih yang mendistribusikan makanan tiap hari bagi warga lansia.

Anas optimistis, di tengah masih tertekannya perekonomian gobal, Banyuwangi tetap bisa memacu pertumbuhan ekonomi. Banyuwangi juga menjadi 6 daerah dengan PDRB terbesar di Jatim.

“Banyuwangi kita pacu tumbuh 5,7 persen, di atas prediksi ekonomi nasional 5,5 persen. Di antara bukti tumbuhnya ekonomi adalah meningkatnya outstanding kredit sebesar Rp10,98 triliun di mana penggunaannya 63,5 persen untuk usaha modal kerja dan investasi. Pertanian dan pariwisata bahu-membahu menopang ekonomi daerah,” ungkapnya.

Reporter: */Hms/Choiri

Editor: Richard

#banyuwangi 2020 #banyuwangi kabupaten #rencan kerja

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply