Rabu, Januari 27, 2021
Beranda JATIM BANYUWANGI Banyuwangi Dikucuri 10 Miliar Dana Hibah Pariwisata dari Pusat

Banyuwangi Dikucuri 10 Miliar Dana Hibah Pariwisata dari Pusat

KABAR RAKYAT – Stimulus pariwisata, dalam bentuk dana hibah untuk pelaku usaha pariwisata Banyuwangi disalurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Harapannya industri pariwisata bertahan di tengah pandemi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan M. Yanuarto Bramuda mengatakan tujuan utama hibah pariwisata dari Kemenparekraf RI adalah membantu daerah serta industri hotel dan restoran yang mengalami gangguan finansial serta recovery penurunan pendapatan asli daerah (PAD) akibat pandemi Covid-19.

“Banyuwangi salah satu daerah di Indonesia yang mendapat dana hibah Rp 10 miliar. Harapannya dapat memulihkan pariwisata Banyuwangi. Kalau wisatawan banyak datang, semua usaha ekonomi sehat kembali,” kata Bramuda.

Baca : UMKM Tanjung Berinovasi Berdayakan Masyarakat Wisata Sumber Gundi

Bramuda memaparkan wilayah penerima stimulus dana hibah harus setidaknya memiliki 15 persen porsi PAD tahun 2019 dari penerimaan Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR).

Selain pajak, kriteria yang digunakan adalah daerah yang masuk sepuluh destinasi super prioritas, memiliki destinasi branding, dan masuk daftar seratus acara tahunan pariwisata.

Berdasar ketentuan dari pusat, jelas Bramudya, dana hibah yang diberikan kepada daerah dibagi dengan imbangan 70% dialokasikan untuk bantuan langsung kepada industri hotel dan restoran.

Baca : Dinas Sosial Pastikan Bansos Pemerintah Optimal

“Sedangkan 30% untuk pemkab digunakan untuk penanganan dampak ekonomi dan sosial dari pandemi Covid-19 terutama pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Penerima bantuan dana hibah, jelas Bramudya, hotel, restoran, destinasi wisata, desa wisata dalam bentuk dukungan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment), infrastruktur, dan pengembangan SDM.

Untuk hotel, stimulus berupa subsidi harga kamar. Namun, tidak semua hotel dan restoran yang mendapatkan stimulus. Yang mendapat prioritas adalah mereka yang taat membayar pajak pada tahun 2019 lalu.

Baca : Honda PCX Club Indonesia HUT Ke-9 Perayaan Penuh Keseruan

Indikator taat pajak ini merupakan cara yang efisien dan tepat sasaran. Dengan begitu, pengusaha taat pajak dapat menerima stimulus di tengah tekanan pandemi.

”Ada 72 hotel dan 584 restoran yang mendapat stimulus. Angka yang didapatkan setiap hotel variatif, tergantung pajak yang mereka setorkan. Mekanismenya, wisatawan yang datang bisa mendapatkan diskon harga kamar,” imbuhnya.

Dengan stimulus itu, pemerintah berharap jumlah wisatawan yang datang ke Banyuwangi terjaga. Harapan itu dilontarkan Bramuda karena pada long weekend akhir bulan kemarin kunjungan wisatawan yang datang ke Banyuwangi melonjak.

Baca : Perluas Kampanye Gemarikan, Arumi Berharap Tingkat Konsumsi Ikan di Jatim Terus Meningkat

Dari data Disbudpar, pada liburan panjang kemarin tercatat ada 14 ribu wisatawan domestik yang berkunjung ke Banyuwangi. Jumlah itu diharapkan bisa terus stabil dengan adanya stimulus-stimulus yang diberikan kepada pelaku wisata.

“Semoga dengan stimulus dari pemerintah pusat, banyak wisatawan datang ke Banyuwangi. Banyuwangi pun telah menerapkan protokol kesehatan covid 19 di sektor pariwisata,” pungkas Bramuda.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca