Banyuwangi Heboh, Upal 2,8 Triliun Berbagai Negara Dibongkar

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi Jawa Timur gagalkan sindikat peredaran uang paslu (Upal) dari berbagai negara atau mata uang asing.

Produksi Upal antara lain; US Dolar, Ringgit Brunei, Dolar Hongkong, Yuan China, Dolar Canada, Cinco Branco Cruzeiro Brasil hingga Rupiah senilai total Rp. 2,8 triliun.

Bacaan Lainnya

Rencananya upal itu akan diedarkan atau diperjualbelikan di berbagai daerah Indonesia termasuk Banyuwangi Jatim. Kasus ini Satreskrim Polresta Banyuwangi amankan 10 orang tersangka.

Kesepuluh tersangka seluruhnya laki-laki antara lain berinisial AW (45) warga Jember, HW (50) asal Sidoarjo, BCR (40) asal Samarinda, NB (49) warga Surabaya, MTW (57) asal Surabaya.

Berikutnya, NH (56)asal Surabaya, CH alias Kakek (47) warga Kabupaten Tulungagung, AE (47)asal Kediri, SU alias Mbah (52) asal Jombang dan SH alias Mbah M warga Kabupaten Bandung Selatan.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifudin mengatakan, kasus dugaan menyimpan dan berencana akan mengedarkan mata uang palsu ini terungkap pada bulan Februari 2021.

Adapun Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditempat parkir salah satu berbintang di Banyuwangi.

“ Pada 5 Februari 2020 ,Satreskrim berhasil mengamankan enam orang tersangka di tempat parkir salah satu hotel berbintang di Banyuwangi,mereka terpergok hendak mengedarkan mata uang asing palsu sebanyak 12 bendel pecahan US$100 atau sebesar US$ 120.000yang hendak dijual dengan harga Rp. 180 juta,“ ucap Kombes. Pol. Arman saat keterangan pers kepada wartawan, Jum’at (26/02/2021) di Mapolresta.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap sindikat uang palsu tersebut, ke enam tersangka mengaku membeli sejumlah mata uang palsu dari seseorang yang berada diluar Kabupaten Banyuwangi.

Dan hasil pengembangan, Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil menangkap 4 tersangka lainnya di waktu dan tempat yang berbeda. Mereka adalah CH,AE,SU dan Shyang merupakan penyedia atau penjualuang palsu tersebut.

“Uang-uang palsu itu memang diperdagangkan dari beberapa orang, ini siklus dan ini merupakan komplotan atau rantai peredaran uang palsu , total adan 31 item mata uang asing yang kita amankan sebagai barang buktibila di Rupaiakanilainya mencapai Rp.2,8 triliun,” jelas Arman.

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan kasus ini sebab masih ada dua orang DPO yang berada diluar kabupaten Banyuwangi dan sekaligus berupaya mengungkap siapa pembuatnyadan dari mana bahan baku pembuatannya.

“Dalam kasus ini 10 tersangka yang telah diamankan dikenakan Pasal 245 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara ,” pungkas Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin3.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *