Bappeda Beber Konsep Makro Pengembangan Wisata Pulau Tabuhan

  • Whatsapp
Kepala BAPPEDA, Suyanto Waspo Tondo saat paparkan konsep makro pengembangan pariwisata Pulau Tabuhan.
Kepala BAPPEDA, Suyanto Waspo Tondo saat paparkan konsep makro pengembangan pariwisata Pulau Tabuhan.

KabarRakyat – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi paparkan konsep makro pengembangan pariwisata Pulau Tabuhan saat dialog bersama warga Bangsring Kecamatan Wongsorejo, Selasa malam (03/03/2020) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Selain warga Bangsring, dialog juga dihadiri sejumlah elemen masyarakat, dengan mengundanghadirkan Kepala BPN Banyuwangi,Damar Galih, Perwakilan investor EBD Paragon, Zulfiadi Suprayitno.

Read More

Dalam dialog tersebut, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan daerah (Bappeda) Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo menjelaskan, rencana pengembangan Tabuhan sebenarnya sudah dimulai sejak 2010. Saat itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendanai proram bantuan teknis penyusunan rencana zonasi rinci Pulau Tabuhan dan perairan sekitarnya.

“Di program tersebut, didetailkan tentang rencana zonasi rinci Pulau Tabuhan dan kawasan sekitarnya, konsep makro pengembangan pariwisata Pulau Tabuhan, arah pengembangan produk wisata, hingga pengembangan akomodasi dan fasilitas penunjang pariwisata,” ucap Yayan, sapaan Suyanto Waspo Tondo.

“Kawasan Pulau tabuhan yang dikembangkan tersebut diproyeksikan kurang lebih 9,1 hektar. Yang terdiri atas kawasan Pulau Tabuhan itu sendiri dan area sekitarnya termasuk Pantai Bangsring,” imbuh Yayan.

Konsep yang dikeluarkan oleh KKP tersebut kemudian dikembangkan oleh Pemkab Banyuwangi lewat detailed enginering design (DED) yang memuat rancangan pengembangan secara lebih detail. Namun yang terpenting adalah, pada DED tersebut tidak mengubah sama sekali zona konservasi atau kawasan hutan yang ada di Pulau tersebut.

“Pengembangan tidak akan mengurangi luasan kawasan hutan, hanya dibuat jalan setapak yang ramah lingkungan agar pengunjung bisa menikmati suasana hijau di dalamnya. Untuk zona publik dan utilitas lainnya dirancang diluar kawasan hutan,” terang Yayan.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Banyuwangi Damar Galih kemudian menjelaskan tentang status tanah di Pulau Tabuhan. Sertifikat tanah Tabuhan diterbitkan pada 1999 dengan status Hak Pengelolaan 1 Bangsring oleh Pemkab Banyuwangi. Dalam sertifikat tersebut tercantum luasan tanah 53.350 M2.

“Kementrian Agraria saat itu telah mengeluarkan keputusan penggunaan dan pemanfaatan pulau itu untuk destinasi wisata dengan masa berlaku yang diberikan tidak terbatas selama untuk keperluan pariwisata,” ujar Damar.

Dialog tersebut pun berlangsung dinamis. Sempat terjadi aksi walk out oleh beberapa orang saat dialog masih berlangsung. Namun sebagian besar masih bertahan untuk melanjutkan dialog hingga tuntas.

Reporter: Hariyadi

Editor: Rony DE



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *