Bareng Dosen UGM Walikota Probolinggo Bicara Apa Di Yogyakarta ?

  • Whatsapp

Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin saat tampil sebagai narasumber gathering bersama Media.

 

KabarRakyat.ID – Keberadaan pers semakin diperlukan di tengah kemajuan teknologi digital dan banyaknya potensi informasi yang keliru di masyarakat. Disisi lain, fungsi pers diharapkan lebih berkontribusi dalam proses percepatan pembangunan di daerah, Demikian ditegaskan Walikota Probolinggo saat menggelar media gathering di Yogyakarta, Rabu (4/3/2020).

“Saya percaya bahwa di era lompatan-lompatan kemajuan teknologi, di era melimpahnya informasi dan melimpahnya misinformasi, justru pers makin diperlukan. Dilain sisi, fungsi pers juga diharapkan mampu mendorong secara bersama membantu pemerintah dalam proses percepatan pembangunan yang telah direncanakan ,” kata Walikota Probolinggo Habib Hadi Zaenal Abidin dihadapan 60 wartawan.

Menurut Habib di tengah persaingan alur informasi melalui sebaran dari media sosial, media massa semakin diperlukan untuk menyebarkan kebenaran, fakta-fakta, dan penegak aspirasi.

“Pers makin diperlukan untuk turut mendorong gagasan dan ide , sebagai jembatan komunikasi antara Pemerintah daerah dengan masyarakat. Khususnya untuk mensukseskan proses tahapan pembangunan daerah. Pers juga diminta hadir sebagai penyedia informasi yang mampu menyampaikan fakta yang telah terverifikasi”, pinta orang nomor satu di Kota Probolinggo ini.

Walikota Probolinggo juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) mampu menyampaikan program kerja menggandeng media agar tersampaikan secara luas dan dipahami masyarakat. ” Sinergitas media dan pemerintah daerah penting untuk mensukseskan program kerja. Dan menyajikan hasil pembanguan sesuai fakta dan tidak membingungkan masyarakat. Aotu kritik itu dibutuhkan sebagai bentuk koreksi untuk meningkatkan kualitas kinerja”, tandas politisi PKB ini. Acara Gathering bersama media dihadiri Sekda Ninik Ira Wibawati dan Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Aman Suryaman mengatakan, media pers erat kaitannya sebagai ‘agen of change’. Tidak salah, kalau kali ini media gathering dibuka dengan tema “Refleksi Pers dan Perkembangannya di Era Teknologi Informasi”.

“Dengan mengajak 60 jurnalis, kami mengajak para jurnalis untuk meningkatkan sinergitas dengan Pemkot Probolinggo apalagi ini masih berkaitan dengan Hari Pers Nasional. Dilain pihak ngangsu kaweroh dalam menambah referensi ilmu komunikasi yang secara khusus menghadirkan dosen UGM”,kata Arman Suryaman.

Media Gathering kian gayeng saat Dr.Muhamad Sulhan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Gajah Mada (UGM), kembali mengingatkan pers pada posisi idealnya. Ia menggambarkan beberapa ilustrasi jurnalis yang dinilai gagal dalam menyampaikan fakta dan kebenaran informasi yang disajikan.

Menurut Sulhan bagaimana Jurnalis menyampaikan berita sesuai fakta , secara berimbang, kaya akan informasi dan komfirmasi, sehinga karya jurnalisnya layak dijadikan referensi publik, katanya saat memberikan materi kepada 60 peserta gathering bersama Walikota Probolinggo di Yogyakarta.

Sulhan pengajar ilmu Komunilasi di UGM cukup lugas dan humoris ketika menyampaikan materi. Para awak media mitra kerja Pemkot Probolinggo diingatkan kembali soal etika jurnalistik, psikologi komunikasi dan sosologi yang bertalian dalam pekerjaan jurnalis. Ia juga mengupas soal berita hoax yang cukup biang persoalan. Dan bagaimana mesti dijawab oleh teman-teman Jurnalis.

“Kebenaran itu harus disampaikan meski tidak diharapkan oleh stekholder. Tetapi menurut saya justru kita menunjukan rasa ngeman kita kepada penguasa sebagai bentuk koreksi. Tentu penyajianya harus balance dan pengenaan kata yang tepat,” kata Dr.Muhamad Sulhan.

 

Reporter : Richard
Editor      : Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *