Minggu, November 29, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Bawaslu Banyuwangi Bantah Anggotanya Tidak Netral

Bawaslu Banyuwangi Bantah Anggotanya Tidak Netral

REPORTERHariyadi

KABAR RAKYAT – Munculnya sejumlah pemberitaan media massa online terkait dugaan ketidaknetralan Bawaslu Banyuwangi dalam Pilada Serentak 2020 dibantah Ketua Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Hamim. Pemberitaan miring lembaga Bawaslu, kata Hamim, diamati mulai muncul selasa siang (10/11/2020).

Menyusul viralnya sejumlah potongan video kegiatan kampanye salah satu paslon di kecamatan Genteng yang dihentikan Panwaslu Kecamatan setempat karena dugaan terjadi pelanggaran.

Hamim dalam siaran pers menegaskan bahwa semua anggota Bawaslu Banyuwangi hingga detik ini bekerja professional dan netral. Sehingga jika ada beberapa pihak yang mengarahkan tudingan anggota Bawaslu tidak netral alias partisan, maka tak beralasan.

“Data kami ada beberapa pemberitaan media online yang mengopinikan salah satu anggota Bawaslu Banyuwangi tidak netral saat ini. Saya tegaskan itu merupakan tuduhan serius yang tak beralasan,” ungkap Hamim.

Baca : Rayakan Hari Pahlawan, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan di Lingkungan Masing-Masing

“Apalagi buktinya adalah percakapan internal di group whatsapp antara sahabat media di Banyuwangi dengan Bawaslu Banyuwangi dan berisi salah satu kegiatan pengawasan yang sedang dilakukan Jajaran kami dilapangan,” imbuhnya.

Hamim menambahkan, munculnya tudingan tersebut karena kesalah pahaman belaka. Selama ini group WA Media Bawaslu tersebut dibuat sharing informasi terkait seluruh kegiatan Bawaslu Banyuwangi serta update situasi pemilihan serentak di Banyuwangi.

“Bagaimana mungkin, niat baik anggota Bawaslu membagikan informasi awal kepada sahabat – sahabat wartawan di group WA yang selama ini sudah biasa dilakukan malah dinyatakan tidak netral. Jangan – jangan nanti setiap Bawaslu memberi informasi atau bahan berita selalu diopinikan seperti itu,” ungkapnya.

Ketua Bawaslu Banyuwangi ini kembali menegaskan saling sharing informasi merupakan sesuatu yang lazim. “Misal jika terdapat kejadian lalu, saling sharing agar digali lebih mendalam bagi teman – teman jurnalis yang tertarik dengan kejadian atau issu tersebut kan sudah biasa dan tidak pernah dituduh partisan?,” tambah Hamim.

Bawaslu Banyuwangi sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang menyudutkan tanpa alasan jelas. Apalagi selama ini, hubungan Bawaslu Banyuwangi dengan media massa berjalan harmonis.

Baca : Makna Hari Pahlawan, TNI-Polri Adalah Pahlawan Pejuang Melawan Covid-19

Komunikasi didalam group Media Bawaslu tersebut penuh  keakraban dan kekerabatan. Hamim meminta, kejadian seperti ini tidak lagi terjadi terlebih hari H pemungutan suara semakin dekat.

“konfirmasi kami jika ada persoalan yang butuh dikonfirmasi, bukankan sebuah berita harus cover both side agar tidak menjadi opini dan menyesatkan. Kami akui di Pilkada serentak berdampak diberbagai bidang dan apa yang sedang terjadi hari ini merupakan tantangan bagi proses pengawasan yang dilakukan Bawaslu,” ungkapnya.

“Maka mari sama-sama bekerja secara professional dan netral, karena pesta demokrasi lima tahunan ini adalah milik dan tanggung jawab kita,” pungkas Hamim.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca