Jumat, November 27, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Bawaslu Banyuwangi Temukan Pelanggaran Konvoi Paslon 01

Bawaslu Banyuwangi Temukan Pelanggaran Konvoi Paslon 01

REPORTERJaenudin

KABAR RAKYATBawaslu Kabupaten Banyuwangi menertibkan konvoi besar digelar tim sukses, parpol, pendukung dan relawan dari paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor 01 Yusuf – Riza. Sejak awal di start pemberangkatan di Lapangan Maron, Genteng petugas Panwascam Genteng sudah mengingatkan tidak mengizinkan konvoi dilaksanakan.

Itu berkait dengan seruan pemerintah untuk waspadai munculnya klaster pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Kepatuhan tim kampanye paslon, maupun partai politik pengusung atau pendukung paslon diindikasi belum sepenuhnya menaati aturan yang bertujuan mencegah penularan virus korona, termasuk aturan tentang kampanye.

Seperti konvoi di kawasan Kota Banyuwangi dan sekitarnya, Jum’at siang (30/10). Beberapa unit kendaraan bergambar paslon nomor urut 1, Yusuf-Riza melakukan konvoi di pusat kota.

Baca : Satlantas Pos 908 Genteng Bagikan Nasi Bungkus

Selain melakukan iring-iringan, kendaraan-kendaraan itu juga membawa atribut partai politik (parpol) pengusung serta bendera bergambar paslon Yusuf-Riza. Tak pelak, hal ini memunculkan dugaan pelanggaran aturan kampanye.

Sebagaimana diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah memperbarui aturan terkait tahap kampanye Pilkada 2020 di tengah situasi pandemi Covid-19. Aturan itu tertuang dalam Peraturan KPU RI Nomor 13 Tahun 2020.

Pada Pasal 57 PKPU Nomor 13 Tahun 2020 disebutkan, kampanye pemilihan serentak lanjutan dapat dilaksanakan dengan metode pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog, debat publik atau debat terbuka antar-paslon, penyebaran bahan kampanye kepada umum, serta pemasangan alat peraga kampanye (APK).

Baca : Wagub Emil Harap Relevansi Santri Mampu Tingkatkan Daya Saing Digital Ekonomi

Selain itu, kampanye pemilihan serentak lanjutan juga dapat dilaksanakan dengan penayangan iklan kampanye di media massa cetak, media massa elektronik, dan/atau media daring, dan/atau kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pada Pasal 88B atau (1) disebutkan, parpol, gabungan parpol, tim kampanye, dan atau pihak lain dilarang melaksanakan kegiatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 dalam bentuk rapat umum; kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik; kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai dan/atau sepeda santai; perlombaan; kegiatan sosial berupa bazar, dan/atau donor darah; dan/atau peringatan hari ulang tahun (HUT) parpol.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Banyuwangi Adrianus Yansen Pale menegaskan, pawai atau iring-iringan kendaraan dilarang dilakukan pada masa kampanye Pilbup tahun ini. Dijelaskan, pawai termasuk kegiatan yang mengiringi kampanye rapat umum. Nah, karena rapat umum telah dilarang, maka kegiatan yang mengikuti, termasuk iring-iringan kendaraan juga dilarang.

Baca : Arifin – Syah Tambah Kekuatan Warga Sumbergedong

“Itu kami jadikan temuan pelanggaran protokol Covid. “Temuan ini akan kami kaji dan kami laporkan ke pimpinan,” ujarnya.

Adrianus menuturkan, sebelumnya pihak Bawaslu telah menerima pemberitahuan kegiatan iring-iringan kendaraan branding paslon nomor urut 1 di wilayah Kecamatan Genteng. Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan pihak paslon tersebut.

“Alhamdulillah mereka membatalkan iring-iringan secara bersamaan. Mobil branding paslon tidak berjalan beriringan, tetapi jalan sendiri-sendiri. Itu solusi yang coba kami koordinasikan dengan paslon melalui Panwascam Genteng,” kata dia.

Baca : Alumni IAIN Jember Peringati Maulid Nabi dan Sumpah Pemuda, Online

Namun terkait kejadian di wilayah Kota Banyuwangi, Ansel menyatakan hal itu di luar pemberitahuan yang dia terima. Yang jelas, pihaknya sudah berusaha agar tidak terjadi iring-iringan kendaraan.

“Kalau memang ada titik kumpul, kami melihat di situ ada semacam bahan kampanye atau semacam citra diri paslon. Kalau dilihat dari sisi itu, itu termasuk pelanggaran, terutama pelanggaran protokol kesehatan,” tuturnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca