Bedah Buku Karya Bupati Anas, ISNU: Ini Saksi Keberhasilannya Memimpin Banyuwangi

  • Whatsapp
Kegiatan Bedah Buku di Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng

Jelang Purna Tugas Bupati Banyuwangi, 17 Februari 2021

KABAR RAKYAT – Acara bedah buku karya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas digelar Banom NU, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Banyuwangi dihadiri banyak tokoh dari berbagai profesi. Apresiasi positif atas kegiatan di Auditorium Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng karena bernilai sejarah tentang perkembangan pesat Banyuwangi, Sabtu (13/2/2021).

Beberapa buku-buku ditulis langsung Bupati Anas sebagai catatan kepemimpinannya selama 10 tahun (dua periode) antara lain berjudul; Creative Collaboration, Anti Mainstream Marketing dan Road To Prosperity, Mobilisasi dan Orkestrasi Ala Banyuwangi.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ketua PC ISNU Banyuwangi Abdul Aziz mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk menghantarkan Bupati Anas yang sebentar lagi purna tugas.

Aziz pun menyebut, buku-buku karangan Bupati Anas itu menjadi saksi keberhasilannya dalam memimpin Banyuwangi. “ISNU Banyuwangi merasa sangat bersyukur karena pada sore ini akan menjadi saksi kepemimpinan seorang bupati yang sudah 10 tahun memimpin Banyuwangi. Karena pada 17 Februari 2021 besok sudah purna bakti,” ungkap Aziz.

Aziz juga menceritakan bagaimana Banyuwangi mengalami banyak perubahan yang luar biasa selama dipimpin Bupati Anas.

“Dulu dikenal dengan kota santet sekarang terkenal dengan kota pariwisata, internet. Dulu terisolir sekarang alhamdulilah bisa terbuka, pesawat hampir setiap hari terbang dari Banyuwangi ke Surabaya, Jakarta, dan seterusnya,” curhatnya.

Tak hanya itu, Aziz juga menyampaikan bagaimana Banyuwangi 10 tahun yang lalu selalu ketinggalan dengan daerah-daerah yang lain. Selalu nyaris tidak pernah mendapatkan juara apapun. “Alhamdulilah 10 tahun terakhir Banyuwangi nyaris menyalip hampir semua daerah di Jawa Timur,” terang Aziz.

Dia menambahkan, dalam menjadikan Banyuwangi seperti sekarang ini bukan perkara mudah. Bupati Anas pada saat baru dilantik banyak tantangan dan hambatan. Aziz pun mengingat betul bagaimana di awal kepemimpinan Bupati Anas sering di demo oleh masyarakat hingga mahasiswa. Bahkan hampir setiap hari massa ngeluruk kantor bupati.

“Namun berkat kesabaran, keuletan, dan kecintaannya kepada Banyuwangi pada akhirnya Banyuwangi kemudian menjadi seperti yang kita rasakan saat ini,” ujar Aziz mengapresiasi Bupati Anas.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak.

“Insyallah saya hari Rabu besok sudah purna tugas menjadi Bupati Banyuwangi. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada rakyat Banyuwangi, kepada parai kiai, para ulama, para politisi, dan seluruh partai politik, anggota dewan, para mahasiswa, oramas NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas yang lain. Jika program yang diusulkan belum terwujud sepenuhnya,” kata Anas dalam sambutannya.

Untuk diketahui, buku-buku Bupati Anas itu dibedah langsung oleh dua narasumber. Di antaranya Rektor IAI Ibrahimy KH Kholilur Rohman yang juga menjabat Dewah Ahli PC ISNU Banyuwangi dan Prof M Mas’ud Said, Ketua PW ISNU Jawa Timur.

Acara yang digelar dengan protokol kesehatan itu diikuti oleh mahasiswa IAI Ibrahimy, dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, para anggota ISNU, hingga para kiai NU.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *