Bencana Longsor dan Banjir di Ijen Bondowoso, Minibus Terjebak dan Hewan Ternak Hanyut

  • Whatsapp

Longsor di Jalur Ijen penghubung Bondowoso - Banyuwangi terputus. Tampak petugas BPBD Bondowoso di lokasi longsor.

KABAR RAKYAT – Tanah Longsor terjadi disekitar objek wisata Kalipahit, Kecamatan Ijen, pada Senin (1/2/2021) sore. Akibatnya, akses menuju kawasan Bondowoso – Banyuwangi lewat jalur Ijen terputus.

Hal ini diterangkan oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Adi Sunaryadi, dikonfirmasi awak media.

“Laporan Camat Ijen yang saya terima barusan, bahwa terjadi longsor di Kalipahit,” katanya.

Ia menyebut bahwa diduga satu unit mobil minibus terjebak di sekitar longsor. Namun, pihaknya masih belum mengetahui pasti apakah minibus tersebut mengangkut wisatawan atau tidak.

“Kami belum dapat informasi akurat soal itu (minibus, red),” jelasnya.

Menurutnya, penanganan dini di lokasi tanah longsor telah dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bondowoso. Pihaknya, juga sudah koordinasi dengan Petugas Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRC PB) Batalyon 514 Raider turun langsung.

Himbauan BPBD Bondowoso, kepada pengunjung wisata maupun warga tetap waspada cuaca buruk. Karena, beberapa kali dikawasan itu terjadi pohon tumbang dan tanah longsor.

“Kami dalam dua minggu ini menurunkan TRC kesana. Ini sudah bencana ke tiga kalinya disana. Pohon tumbang, pohon tumbang, dan sekarang longsor. Jadi sebaiknya dihindari ya menuju kawasan berpotensi terjadi bencana,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Ijen, Saudia Yourdan, membenarkan bahwa terdapat sejumlah kendaraan roda empat yang terjebak di sekitar longsor. “Ada beberapa kendaraan yang terjebak, salahs satunya membawa wisatawan hendak ke air panas Blawan dari Banyuwangi,” ungkapnya.

Informasi lain, debit air di sungai Blawan, Desa Kaligedang, Desa Sumberejo meningkat. Air sungai itu membawa material lumpur dan ranting kayu.

“Sementara hanya kawasan sungai. Cuma disana kan di tepi pinggiran sungai Blawan itu ada beberapa kandang ternak, kambing, sapi. Beberapa hanyut, ternaknya juga hanyut. Ada beberapa diselamatkan warga,” ujarnya.

Bahkan, ada satu tempat pemandian air panas umum biasa dimanfaatkan warga kondisinya tertutup material lumpur.

“Sampai sekarang di daerah Sumberejo kan masih hujan deras, intensitasnya masih tinggi. Pak Camat sudah nyampaikan warga untuk waspada sambil melihat,” tutupnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *