Bendungan Blambangan Peninggalan Belanda Tahun 1925

  • Whatsapp
Bendungan Blambangan (3)
Bendungan Blambangan, dikelola Korek Air Wilayah Srono, Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Ft. Choiri / Kabar Rakyat ID

KabarRakyat.ID – Bangunan kokoh peninggalan Belanda di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, salah satunya adalah Bendungan Blambangan masih terawat dengan baik, meski usia bangunan sudah 94 tahun.

Bangunan bernilai pendidikan sejarah pengelolaan air itu, kini dikelola Korek Air Wilayah Srono, Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Selain masih berfungsi dengan baik. Air bendungan Blambangan masih mampu mengalir ribuan hektar sawar ke sejumlah desa yang tersebar dibeberapa kecamatan di Banyuwangi.

Read More

Bangunan Wateruang Blambangan nama lain Bendungan Blambangan, dibangun Belanda pada tahun 1925.

Bendungan Blambangan (2)
Bendungan Blambangan, dikelola Korek Air Wilayah Srono, Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Ft. Choiri / Kabar Rakyat ID

“Bendungan ini, sudah ada sejak 20 tahun, sebelum Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945,” kata pegawai honorer ditempatkan Korek Air Wilayah Srono, baru ini (10/8/2019).

Bendungan Blambangan mampu menampung 9 (sembilan) aliran sungai dari dua arah berbeda. Peralatan deteksi debit baik turun air juga masih sederhana. Belum modern, seperti bendungan yang dibangun pemerintah di era modern saat ini. Tidak ada tombol penggerak. Semua serba sederhana dan kuno. Yang beda untuk saat ini, bagian untuk buka atau tutup pintu air bendungan tidak lagi manual, melainkan sudah gunakan mesin diesel.

Sayang, petugas Korek Air Wilayah Srono maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi tidak sampai menjelaskan detail data. Semuanya masih tercentral di kantor DPU Pengairan di Kabupaten setempat.

Bendungan Blambangan (4)
Bendungan Blambangan, dikelola Korek Air Wilayah Srono, Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Ft. Choiri / Kabar Rakyat ID

“Datanya ada, cuman kami nggak berani. Tapi yang jelas, bangunan ini punya nilai historis penjajahan Belanda,” kata pegawai Honorer yang sudah mengabdi 7 tahun tugas di Korek Ari Wilayah Srono.

Aktifitas di Bendungan Blambangan, mengkaryakan kurang lebih 24 tenaga honerer dan beberapa PNS. Mereka berkerja 24 jam, memantau dan mengantisipasi pasang surutnya air dari  9 sungai.

Bendungan Blambangan
Papan pengumuman larangan keras penggemar miras dan mesum dikawasan Bendungan Blambangan. Ft. Choiri / Kabar Rakyat ID

Bangunan Bendungan Blambangan belum masuk kawasan cagar budaya, yang dilindungi. Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. (bersambung)

Reporter: Choiri

Editor: Richard

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *