Saturday, October 31, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Berburu Kuliner Khas Desa Adat Kemiren Banyuwangi

Berburu Kuliner Khas Desa Adat Kemiren Banyuwangi

REPORTERWahyudi
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Jika berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur traveler bisa nikmati macam-macam destinasi dan kuliner khas warga Osing. Antara lain Rujak Soto, Sego Pecel Pitik (ayam), Ayam Kesrut, dan Jangan Kelor dan Pelasan (pepes ikan) dan lainnya.

Kabar Rakyat sengaja ajak wisata kuliner di Desa Adat Kemiren.., Warung Sapu Jagad berada di Desa Adat Kemiren, Kec. Glagah. Tempatnya bernuansa pedesaan khas adat Osing. Tidak jarang pecinta wisata kuliner datang kembali di Warung Sapu Jagad.

Makasan khas Osing di Warung ini di buat tradisional tanpa bumbu penyedap buatan tetap bertahan dengan rempah alami yang diolah Ibu Holilah, pemilik Warung Sapu Jagad.

Perlu traveler tahu, Ibu Holilah pemilik Sapu Jagad, ternyata pelaku seni budaya Banyuwangi, miliki Sanggar Tari Sapu Jagad di Desa Adat Kemiren.

Baca : Isu Tanda Tangan Palsu Picu Warga Mendemo Proyek Tower Purwodadi

Menu sepesial Warung Sapu Jagad punya tiga hidangan spesial yang digandrungi pelanggan. Yaitu  Pecel Pitik, Ayam Kesrut, dan Sego Tempong. “Tiga menu itu sedang naik daun,” ujar Ibu Kholilah.

Kuliner, Pecel Pitik

Jaman dahulu, kuliner Pecel Pitik hanya disuguhkan hajatan warga Osing dan hari besar agama. Kini Pecel Pitik masuk daftar menu berbagai warung kecil, restouran dan hotel berbintang bintang Banyuwangi.

Bahan dasar Pecel Pitik, ayam kampung lebih dulu di panggang. Lalu daging di suwir dan dilumuri parutan kelapan. dengan parutan kelapa berbumbu kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, garam, dan gula.

Sanggar Tari Sapu Jagad, Desa Adat Kemiren

“Paduan bumbu tersebut, tercipta rasa Pecel Pitik yang gurih, sedikit pedas, dan cita rasa khas Banyuwangi”, kata .

Nama Pecel Pitik itu sendiri tidak serta merta karena terbuat dari bahan dasar ayam (pitik dalam Bahasa Jawa).

“Pecel Pitik memiliki arti diucel-ucel hang perkara apik. Arti kalimat itu dilumuri dengan berbagai perkara yang baik,” ujar ibu Holilah.

Saat merasakan kuliner Pecel Pitik, tentu traveler akan sangat merasakan daging ayam yang empuk dan lezat.

Selain karena bumbu yang melumuri ayamnya, usia ayam kampung harus muda dan pemanggangannya menggunakan tungku dan kayu.

Baca : Isu Tanda Tangan Palsu Picu Warga Mendemo Proyek Tower Purwodadi

“Nong kene iki manggange yo kudu gedigi lek, sesuai ambi hang di ajaraken buyut (Artinya Disini sistem pemanggangnnya ya seperti ini mas, sesuai dengan yang di ajarkan oleh para leluhur),” kata Ibu Kholilah, menambahkan Sego Tempong booming karena sambal pedas.

Kuliner Ayam Kesrut atau Uyah Asem

Kuliner Ayam Kesrut asem berbahan dasar daging ayam kampung muda yang diolah dengan kuah segar. Kuah kaldu yang terasa gurih pedas. Dihidangkan bersama nasi putih, tempe goreng.

“Orang Kemiren, sebut Uyah Asem, karena dulu warga Kemiren tidak pernah membeli bahan masakan. Hanya garam saja yang beli, karena warga adat Kemiren tanam sayur mayur dari tanah sendiri,” sambung Ibu Kholilah.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca