Berharap Bawaslu Adil, Paslon Bunda Ratu Satiyem-Sunariyanto Minta Diloloskan Sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati Banyuwangi 2020-2025

  • Whatsapp
Bunda Ratu Satiyem (1)
Bunda Ratu Satiyem bersama Sunariyanto pasangan perseorangan Pilkada 2020. ft. Jaenudin.

KabarRakyat – Jelang proses gugatan ke Bawaslu Kabupaten Banyuwangi. Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati jalur perseorangan, Bunda Ratu Satiyem-Sunariyanto berharap pihak lembaga penyelenggara pemilu bertindak seadil-adilnya terkait keputusan KPU Banyuwangi menolak syarat dukungan miliknya.

Pasalnya, Bunda Ratu Satiyem, mengaku tim suksesnya, mengumpulkan 89 ribu dengan tambahan 6 ribu dukungan e-KTP masyarakat adalah kerja yang jujur hasil kerja keras selama 1 tahun.

Read More

Ditemui dirumahnya, Bunda Ratu Satiyem mengaku sudah menyiapkan tuntutannya dalam sidang gugatan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), digelar di kantor Bawaslu Banyuwangi, Jumat (6/3/2020) besok.

Selanjutnya dia menegaskan keputusan KPU Banyuwangi menolak berkas dukungan pasangan calon (Paslon) Bunda Ratu Satiyem-Sunariyanto, disinyalir sebagai tindak kecurangan yang Terstruktur Sistematis dan Masif yang dilakukan oleh oknum penyelenggara pemilu.

“Kami hanya menuntut hak dan meminta aturan hukum  benar-benar ditegakkan dijunjung tinggi dan dihormati oleh setiap warga negara,”tegas mantan Kabag Humas Pemkab Banyuwangi itu.

Lebih lanjut Bunda Ratu menuturkan ada dugaan beberapa pelanggaran yang dilakukan KPU Banyuwangi dan paling fatal adalah perbedaan rekapitulasi jumlah dukungan yang ada di Sistem Informasi Calon (Silon) dengan hasil hitungan manual.

Bunda Ratu Satiyem (2)
Relawan Bunda Ratu Satiyem berkeluh kesah.

Berdasarkan rekapitulasi jumlah dukungan bakal paslon perseorangan Pilbup-Wabup Banyuwangi yang dicetak di Silon dan menggunakan komputer milik KPU Banyuwangi, jumlah dukungan untuk Bunda Ratu-Sunariyanto 89.654 dan sebaran 25. Sedangkan hasil penghitungan manual sekitar 61.000 dukungan.

“Data silon dasarnya input dari data pendukung dan photo copy KTP yang dihimpun oleh relawan. Operator kami sering mengalami kesulitan untuk melakukan input data meskipun sudah melaksanakan panduan sesuai arahan dari Tim KPU Banyuwangi. Ada dugaan sistem silon didesain untuk mengganjal dan menggagalkan calon perseorangan,” imbuh Bunda Ratu.

Baca juga: KPU Menolak Berkas Syarat Dukungan yang Diserahkan Pasangan Satiyem-Sunaryanto

Anehnya, lanjut dia pada saat operator tim Bunda Ratu-Sunariyanto menggunakan komputer KPU Banyuwangi di Kantor Sekretariat KPU bisa dilakukan dengan mudah termasuk berhasil mencetak rekapitulasi jumlah dukungan berdasarkan data silon yang dikirimkan secara online. Padahal sebelumnya di posko Pemenangan Bunda Ratu-Sunariyanto tim operator kesulitan untuk mengakses data sampai harus menunda kedatangan mereka ke KPU inti menyerahkan berkas dukungan yang lengkap.

Sementara Dwi Anggraeni Rachman, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi melalui sambungan telepon kepada wartawan mengungkapkan sampai dengan Rabu (4/3) malam pihaknya belum menerima surat undangan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi.

“Yang jelas kami akan mengikuti proses sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku,”jelas Dwi Anggraeni.

Selanjutnya wanita berjilbab itu menuturkan setelah mendapatkan surat dari Bawaslu , KPU akan mempelajari dan mengkaji materi gugatan Paslon Bunda Ratu Satiyem-Sunariyanto. Kemudian akan menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan KPU Banyuwangi.

Reporter: Choiri

Editor: Richard

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *