Berikut Nilai Kinerja PAD Banyuwangi Tahun Anggaran 2018

259 views
banner 468x60)
Komisi III Raker bersama Bapenda terkait LKPJ tahun Anggaran 2018 copy

Foto: Rapat kerja bersama, Komisi III DPRD dengan Bapenda Kab. Banyuwangi membahas LKPJ Tahun 2018 (Hariyadi)

KABARRAKYAT.ID – Target, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018 tidak terpenuhi 100 persen. Realitanya, pencapaian pendapatan asli daerah itu hanya tercapai 84 persen dari target sebesar Rp. 624,1 miliar.

Itu terungkap dalam rapat kerja bersama, antara Komisi III DPRD Banyuwangi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terkait LKPJ Tahun 2018, diruang komisi, pada Senin (11/3/2019).

“Target PAD yang telah dituangkan dalam APBD 2018 dan telah menjadi kesepakatan bersama tidak tercapai, hanya terpenuhi dalam kisaran 84 persen,“ kata Ketua Komisi III, H. Khusnan Abadi dari Fraksi PKB di dewan.

Menurut Khusnan Abadi, meski  nilai PAD tahun 2018 mengalami peningkatan, namun secara prosentase menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga pengalaman pahit di tahun 2017 dan 2018, harapannya tidak terjadi ditahun 2019 ini.

“ Nilai rupiah itu tidak bisa kita ukur sebagai prosentase, yang kita ukur prosentase, nilai rupiah naik karena rupiah berkembang, wajar kalau mengalami peningkatan , “ ungkap Khusnan Abadi.

Selanjutnya pasca pelimpahan kembali kewenangan memungut pajak dan retribusi daerah dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penghasil kepada Bapenda. Di triwulan ke I tahun 2019 yang masih berjalan ini, progres capaian PAD nampak mengalami peningkatan.

“ Kalau tahun 2018, kinerja Bapenda kita nilai kurang bagus, karena waktu itu hanya menerima duit dari SKPD, Tahun ini justru kinerja Bapenda lebih baik karena punya kewenangan proses pendataan dan penagihan pajak maupun retribusi daerah, “ ucap Khusnan Abadi.

Tetapi ada beberapa catatan Komisi III terkait dengan perbedaan data potensi pajak antara Bapenda dengan laporan yang disampaikan oleh SKPD penghasil, contoh Dinas Pariwisata. Versi Bapenda, data jumlah warung makan dan restauran adalah yang membayar pajak, sekitar 367. Sementara data yang pernah dilaporkan Dinas Pariwisata ke Komisi III jumlah warung makan dan restauran ada 1.134.

“ Data-data potensi pajak ini yang akan terus dilakukan pembenahan, “ ucapnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan, diakhir rapat kerja,Komisi III sepakat, pertama mengawal dan menghargai kinerja Bapenda yang cukup serius dan fokus untuk meningkatkan PAD Banyuwangi tahun 2019. Kedua Komisi III juga akan ikut mengawal proses pendataan potensi pajak yang belum tercover secara maksimal.

Reporter : Hariyadi

Editor : Choiri

banner 468x60)

#banyuwangi kab #DPRD Banyuwangi #pendapatan asli daerah

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply