Berkas Perkara P21 Tersangka Penipuan dan Penggelapan Ratusan Juta Belum Diserahkan Ke JPU

  • Whatsapp

Korban penipuan Ahmad Budiyanto meminta Keadilan

KabarRakyat.ID – Polres Kota Pasuruan dinilai lamban menyerahkan tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menyebabkan korban dirugikan Rp.630 juta. Kasus yang telah dinyatakan P21 sejak 2018 lalu hingga kini tidak jelas proses hukumnya.

Ahmad Budiyanto( 46), warga Jl.Sultan Agung ,Kelurahan Purut,Kota Pasuruan mengaku dirugikan atas perbuatan Doni Setiawan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan.

Kasus penipuan ini dilaporkan pada tahun 2017, ke Polres Pasuruan Kota atas nama tersangka Doni Setyawan warga Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
“Kasus saya ini sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan namun hingga saat ini tidak jelas proses hukumnya. Sudah 4 tahun perkara ini digantung, sisi keadilanya dimana”, kata Ahmad Budiyanto, Kamis (2/3/2020).

Kasus dengan laporan Polisi nomor : LPB/1050/IX/2016/JATIM/DIT RESKRIMUM tanggal 08 September 2016 telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 11 kali oleh penyidik . Dan dalam perkembangan penyidikan dinyatakan Lengkap dan sempurna alias P21 tanggal 07 Agustus 2018. Namun sampai berita ini ditulis tersangka belum diserahkan kepada kejaksaan.

Menanggapi kasus ini Kasi Pidum Kejari Pasuruan, Hafidi, saat dikonfirmasi mengakui kalau pihaknya dapat limpahan berkas dari Polres Pasuruan Kota pada kasus itu. “Kami dapat limpahan berkas, namun tersangkanya tidak ada. Itu sudah kami tanyakan dengan membalas surat P21A, tapi belum ada jawaban,” jelasnya, Kamis(2/3/2020).

Meski melayangkan surat nampaknya pihak penyidik Polres Pasuruan Kota belum menanggapi tentang penyerahan tersangka Doni Setiawan. Melalui Kabag Humas Polres Pasuruan Kota Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endi Purwanto, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, bahwa kasus penipuan yang dilaporkan Budiyanto, sudah ditangani dan dinyatakan P21 (lengkap).

“Saat dilimpahkan tersangka tidak ada informasinya berrpergian ke luar Jawa”, jelas AKP.Edi Purwanto.

Kasus yang menyebabkan korban dirugikan Rp.630 juta terkesan aneh. Sebelumnya tersangka beberapa kali diperiksa penyidik dan pada tahap penyerahan berkas P21 tersangka dilaporkan keluar kota hingga tersangka tidak bisa diserahkan kepada Kejaksan.

Ahmad Budiyanto sendiri melaporkan dirinya tertipu oleh tersangka setelah apa yang dijanjikan oleh Doni sebagai komisaris perusahaan property di Pasuruan. Beberapa kali korban menyetorkan uang untuk pembelian aset berupa obyek tanah awalnya tersangka meminta Rp. 100 juta hingga total Ro.630 juta. Namun setelah uang diserahkan Doni tidak masukan sebagai Komisaris Perusahaan. Bahkan, obyek tanah yang dibeli di Desa Puspo melalui akte notaris tidak diserahkan oleh tersangka.

“Kepada penegak hukum saya minta keadilan. Kasus tersangka segera diproses sudah empat tahun kami menunggu”, pinta Budiyanto saat ditemui KabarRakyat.ID.

Reporter : Rchard
Editor      : Choiri

 

Related posts

banner 645x400
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *