Bisnis Sampingan Pelajar Diciduk Edarkan Pil Trihexypenidly

61 views
banner 468x60)
Foto : Barang bukti obat daftar G yang diamankan Polres Probolinggo dari tangan tersangka.

Foto : Barang bukti obat daftar G yang diamankan Polres Probolinggo dari tangan tersangka.

KABARRAKYAT.ID – Peredaran obat daftar G yang kerap digunakan untuk mabuk-mabukan masih marak beredar di Probolinggo. Dua orang pemuda salah satu pelajar diciduk polisi lantaran mengendarkan ratusan pil obat daftar G tanpa ijin.

ADW(17) , pelajar asal Kecamatan Sukapura dan Abdur Rohman (23) warga Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ditangkap satuan Narkoba Polres Probolinggo di tempat yang berbeda. Keduanya, terbukti mengedarkan pil jenis Trihexypenidly secara bebas.

Menurut pihak polisi, Adw(17) diamankan disekitar terminal Sukapura saat menjajakan pil trihexypenidly dengan target sesama pelajar.

“Tersangka ini masih pelajar dan dilaporkan sering memperdagangkan pil daftar G di wilayah Sukapura. Begitu kita lakukan pemantauan rupanya, saat kita amankan membawa 176 butir pil warna putih jenis Trihexipendyl dengan rincian : 16 plastik setiap plastik berisi 10 butir dengan jumlah 160, 1 plastik berisi 8 butir, 1 paket plastic klip berisi 8 butir, Uang Tunai sebesar Rp. 142.000, 1 buah plastik klip kosong warna bening, 1 buah kresek warna hitam, 1 buah HP merk VIVO type Y31 warna putih”, jelas Kasat Narkoba Polres Probolinggo Iptu. Sujilan, Kamis(16/5/2019).

Ditempat lain anggota resnarkoba juga menangkap Rohman (23),warga Muneng yang dikenal pemasok pil koplo. Saat dilakukan penangkapan Rohman tidak bisa mengelak saat ditemukan pil dalam saku celananya.

Polisi mendapati 5 plastik masing-masing berisi 10 butir trihexipenidly siap edar. “Kedua pemuda ini jaringan pengedar obat daftar G di wilayah barat Probolinggo dengan sasaran pelajar atau pemuda kampung. Terkait kasus ini keduanya kini menjalani pemeriksaan dan diancam Pasal 196 Jo Pasal 98 (2) (3) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar”, terang AKP. Sujilan.

Reporter  : Richard

Editor : Choiri

banner 468x60)

#marak peredaran obat daftar G #Jual pil trihexypenidly pelajar ditangkap #Bisnis sampingan pelajar diciduk polisi #Polres Probolinggo #Narkoba

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply