BMKG Tanggapi Isu Liar Gempa Besar Usai Peristiwa di Bali

133 views
gempa bali

Gempa bumi yang mengguncang Bali, 16 Juli 2019. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

KabarRakyat.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan rentetan gempa bumi di Indonesia tidak bisa disimpulkan sebagai gempa pendahuluan (foreshock) dari gempa yang lebih besar.

Seperti dikutif BMKG mencatat pada Agustus 2019 telah terjadi delapan gempa bumi signifikan di Busur Subduksi Sunda. Aktivitas gempa ini tersebar di segmen Megathrust Mentawai-Siberut hingga Segmen Megathrust Sumba.

“Kalau menurut saya masih wajar, memang kadang suka muncul klaster-klaster seismik aktif seperti itu dan belum tentu berujung terjadinya gempa besar di zona itu,” kata  Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (13/8). (Baca beritanya di CNNIndonesia.com, judul: BMKG Tanggapi Isu Liar Gempa Besar Usai Peristiwa di Bali)

Aktifitas kegempaan di Selatan Banyuwangi kerap terjadi.  Jika merujuk BMKG Kekuatan : 5.0 SR, Tanggal : 13-Aug-2019, Waktu Gempa : 20:40:09 WIB, Lintang : 9.67, LSBujur : 114.02 BT, Kedalaman : 10 Km.  Lokasi: South of Bali, Indonesia, Keterangan: 160 km BaratDaya JEMBRANA-BALI, 165 km BaratDaya BANYUWANGI-JATIM, 165 km BaratDaya NUSADUA-BALI, 172 km BaratDaya DENPASAR-BALI.

Lokasi gempa tercatat 3 kali terjadi di selama beberapa hari terakhir. Getaran gempa sangat dirasakan di sekitar Bali Selatan, Banyuwangi dan Jember selatan.  Keadaan ini memicu pertanyaan publik ada apa sebenarnya di posisi lempengan samudra Indonesia yang berdekatan dengan wilayah tersebut.

Reporter : Richard

Editor : Choiri

Banner PDI







Loading...

news

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply