Bondowoso Kampanye Bahaya Penyakit TBC

347 views
foto bersama Dinkes dan SSR Aisyiyah di alun-alun ki ronggo bondowoso dalan giat sosialisasi hari tBC sedunia

Foto: Bersama Dinkes dan SSR Aisyiyah di alun-alun ki ronggo bondowoso dalan giat sosialisasi hari tBC sedunia.

KABARRAKYAT.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso gandeng Community TB-HIV Care Sub-Sub Recipient (SSR) Aisyiyah Bondowoso mengkampanyekan bahaya penyakit TBC atau Tuberkulosis. Kampanya kesehatan menyambut Hari Tuberkulosis Sedunia pada 24 Maret, digelar saat Car Free Day (CFD) di Alun-alun Ki Ronggo Bondowoso, Minggu (25/4/2019).

Sejak 2017  jumlah penderita TBC di Bondowoso sebanyak 1.100 orang. Dan jumlah tersebut meningkat ditahun 2018, menjadi 1. 330 penderita. Hal inilah yang membuat Dinas Kesehatan harus menekan angka tersebut.

“Untuk menekan angka itu kita gencar sosialisasi, melibatkan kader baru kerjsama dengan SSR Aisyiyah.   Tiap tahun, dilatih kader baru dan memberikan wewenang kepada kader tersebut untuk kontak racing,”jelas Fitri Purwandari Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian  Penyakit Menular Bidang P2P Dinkes Bondowoso.

Tahun 2018 cikal bakal adanya Perda TB-HIV dilaunching, lanjutnya,  dan sampai sekarang masih tahap ke Provinsi. “Jadi masih evaluasi ke Provinsi , belum mendapatkan Perda. Tahun 2019 ini,  kita akan mensosialisasikan dulu , dengan adanya Perda tersebut. Kita tidak boleh main-main lagi,  baik pasien TB maupaun Pasien HIV,” imbuhnya.

Dinkes dan SSR Aisyiyah saat tanya jawab bersama pengunjung CFD di alun-alun

Foto: Dinkes dan SSR Aisyiyah saat tanya jawab bersama pengunjung CFD di alun-alun.

Menurut Koordinator SSR TB Care Aisyiyah, Hijrotul Ilahiyah, S.Si bahwa masalah advokasi itu, sudah selesai. SSR TB Care fokus pada peningkatan capaian saja.

“Kita sempat melatih kader lagi dengan perluasan wilayah, 4 kecamatan. Totalnya sekarang 20 Puskesmas, tinggal 5 Puskesmas yang belum jadi daerah garapan kami,”jelasnya.

Sedangkan untuk program yang lain, SSR Aisyiyah fokus ke pencarian dana filantropi. Dana tersebut nanti difokuskan PMT . Kemudian nanti untuk membantu pasien TBC yang ekonominya rendah , yakni membantu masalah nutrisinya dan transport untuk ke puskesmas ambil obat.

Penyakit itu sudah mengancam di masyarakat , dan masyarakat banyak yang belum mempunyai kesadaran yang TBC itu sebenarnya sangat berbahaya dan mudah sekali penularannya.

“Kampanye di CFD ini untuk mensosialisasikan pada masyarakat luas,  termasuk membuka tanya jawab bagi warga atau pengunjng CFD yang membutuhkan info-info,”ujar Ketua SSR Aisyiyah Dra. Jajuk Widyanti, M.Pd .

Reporter : Ifa

Editor : Rony DE

#bondowoso #communtas kesehatan #Dinas Kesehatan #tuberkulosis

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply