Monday, October 26, 2020
Home JATIM BONDOWOSO Bondowoso Panen Raya Jagung Hibrida Betras 1

Bondowoso Panen Raya Jagung Hibrida Betras 1

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Menjaga ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19 Pemda Bondowoso mengembangkan komoditas jagung. Salah satunya, jenis jagung Hibrida Betras 1 di Desa Maskuning Kulon Kecamatan Pujer, pada Selasa (25/8/2020), di panen raya.

Acara panen raya, dihadiri Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Wabup Irwan Bachtiar Rahmat, Perwakilan Dinas Pertanian Jatim, Dandim, Kapolres dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Bupati KH Salwa Arifin mengatakan, bahwa sektor yang paling bisa diandalkan di tengah pandemi Covid-19 ini, adalah sektor pertanian.

Baca: Telkomsel Serahkan 1,3 Juta Paket Merdeka Belajar ke Pemprov Jatim

“Petani harus berbangga. Ketika sektor usaha melemah. Sektor pertanian tetap unggul,” kata Bupati usai panen raya.

Menurutnya, upaya ini juga didukung dengan bantuan mesin alsintan (alat mesin pertanian). Sehingga petani tak perlu banyak mengeluarkan tenaga.

Dijelaskannya juga, bahwa mayoritas lahan di Bondowoso adalah pertanian. Dimana 60 persen lebih masyarakatnya adalah petani.

Baca: AHM Best Student 2020 Regional Jatim Hadir Kembali Tantang Pelajar Kreatif dengan Konsep Baru

“Pertanian di Bondowoso hari ini, harus lebih maju lagi. Petani bisa meningkatkan produksinya. Tepat sekali sektor pertanian kita pacu,” papar politisi PPP tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, M Halil mengatakan, bahwa Disperta memberikan bantuan benih Jagung Hibrida Betras, untuk lahan seluas 1.000 hektar.

“Dialokasikan di lima kecamatan. Yaitu Kecamatan Sukosari, Sumberwringin, Klabang, Prajekan dan Kecamatan Cermee,” paparnya.

Baca: Dana 3,9 M Insentif Tahap Ke-1, Nakes dan Medis COVID-19 Banyuwangi Cair

Dalam panen raya perdana Jagung Hibrida Betras 1, juga dipamerkan sejumlah komoditas hasil petani Bondowoso. Seperti tanaman hias, buah dan sebagainya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca