Kamis, November 26, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Boyong Lukisan Ka'bah, Ipuk Janjikan Galery Pamer Perupa Banyuwangi

Boyong Lukisan Ka’bah, Ipuk Janjikan Galery Pamer Perupa Banyuwangi

REPORTERHariyadi

KABAR RAKYATLukisan karya perupa Banyuwangi di pajang dalam event Culinary Festival & Art Show di salah satu hotel di Banyuwangi, diminati pecinta lukisan dan kolektor.

Salah satunya, lukisan berjudul Ka’bah karya perupa Estika, dibeli calon bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Rabu malam (28/10). Lukisan berukuran 100×120 sentimeter itu diboyongnya untuk menjadi pajangan di rumahnya.

Event perdana yang digelar para pelukis Banyuwangi yang bersinergi dengan pelaku bisnis pariwisata sukses digelar. Pasangan Cawabup Sugirah ini, menilai kegiatan yang kolaborasi antara perupa dan pelaku wisata, sangat bagus ditengah pandemi COVID-19 ini.

Baca : Di Sembulung Cluring, Maulid Nabi digelar Sederhana dan Sesuai Prokes

Gelaran Culinary Festival & Art Show menurut Ipuk, merupakan kegiatan yang sangat bagus di tengah pandemi. Kegiatan dengan protokol kesehatan yang ketat ini, mampu memberi ruang perupa di Banyuwangi untuk terus berkarya.

“Inovasi perupa Banyuwangi yang kolaborasi bermanfaat bagi para perupa untuk terus berkarya,” ujarnya kepada Awak Media, Kamis (29/10/2020).

Setiap tahun, kata Ipuk, Pemkab Banyuwangi memberikan fasilitas berupa kegiatan pameran. Itu perlu ditingkatkan dengan memberikan ruang khusus pamer bagi perupa Banyuwangi. Ruang yang luas ini bisa dimanfaatkan bagi perupa, untuk menyalurkan inspirasi melalui kanvas.

Baca : Wisata Seladaan Banyuwangi Menyajikan Keindahan Alam Menyegarkan Mata Para Traveller

Kedepan kata Cabup Ipuk Azwar Anas, ruang khusus pamer akan bisa menjadi tempat bagi pelukis berkarya ataupun menjual produk mereka.

Bahkan kami punya rencana memfasilitasi para pelukis Banyuwangi untuk berpameran di luar kota, seperti di Bali dan Surabaya. “Jadi biar pasar pelukis Banyuwangi semakin berkembang,” tambahnya.

Pihaknya mendorong kolaborasi tak hanya dilakukan dengan pengusaha hotel dan restoran saja. Namun juga dengan destinasi wisata yang ada di Banyuwangi.

Baca : Kopdar Online Mbois Bersama Komunitas Honda di NTT

“Kita beri ruang kegiatan para perupa di destinasi. Misal di Pantai Pulau Merah, Alas Purwo hingga TWA Kawah Ijen,” tambahnya.

Ipuk Fiestiandani mengaku memiliki lima program untuk pengembangan seni lukis di Banyuwangi ke depan:

Pertama, meningkatkan frekuensi pameran lukisan di Banyuwangi serta memfasilitasi pameran di luar; mewajibkan setiap kantor perusahaan, pemerintah, hotel, dan investasi baru di Banyuwangi untuk membeli lukisan dari pelukis asli Banyuwangi.

Baca : Wisata Seladaan Banyuwangi Menyajikan Keindahan Alam Menyegarkan Mata Para Traveller

Kedua, bantuan alat untuk menunjang kreativitas para pelukis; penyelenggaraan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para pelukis, terutama pelukis muda.

Namanya katakanlah Akademi Lukis. Kami memang sudah menyiapkan akademi seni-budaya untuk para seniman. Salah satunya tentu Akademi Lukis.

“Jadi para pelukis senior Banyuwangi kami fasilitasi kelas untuk mementori para pelukis muda. Bahkan, jika teman-teman pelukis berkenan, kami bisa gelar workshop pelukis senior dari luar kota atau dosen seni rupa nasional untuk tukar ilmu dengan pelukis Banyuwangi,” ujar alumnus Universitas Negeri Jakarta tersebut.

Baca : Gelar Festival Menulis, Bupati Anas Dorong Literasi Yang Membawa Semangat Optimisme

Ipuk Fiestiandani menambahkan, langkah kelima yang akan diambil adalah memperkuat program regenerasi seniman. Di Banyuwangi saat ini sudah ada program beasiswa Banyuwangi Cerdas yang salah satunya adalah beasiswa belajar kesenian di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo.

“Jadi anak-anak muda yang mau belajar kesenian, termasuk seni lukis, bisa dijembatani beasiswa ke ISI yang ada jurusan kesenian tersebut,” pungkasnya.

Lukisan para perupa Banyuwangi juga di borong oleh puluhan kolektor yang ada di Banyuwangi. Diantaranya, David Wijaya Djoek, Suhartatik dan Ketua Hipmi Jatim, Mufti Anam.

Baca : Semalam di Polresta Banyuwangi, 18 Anak Dipulangkan 2 Lanjut Pemeriksaan

Salah satu pelukis, Windu Pamor mengucapkan terima kasih kepada kolektor yang telah memboyong lukisan karya warga Banyuwangi. Dirinya berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar agar perupa Banyuwangi bisa terus berkarya di tengah pandemi COVID-19.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca