Jumat, November 27, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI BPBD Antisipasi dan Mitigasi Bencana Hidrometerologi di Pancaroba

BPBD Antisipasi dan Mitigasi Bencana Hidrometerologi di Pancaroba

REPORTERJaenudin/*
Curah Hujan Diperkirakan Tinggi karena Dipicu Fenomena La-Nina

KABAR RAKYAT – Pancaroba antara musim kemarau ke musim penghujan pada bulan Nopember-Desember 2020. Pemerintah Banyuwangi melalui BPBD telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi ancaman bencana hidrometerologi.

Curah hujan diperkirakan tinggi karena dipicu fenomena La-Nina. Dikhawatirkan ancaman bencana hidrometerologi, seperti banjir, gelombang pasang, longsor dan angin kencang.

Dikonfirmasi wartawan, Eka Muharram Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Banyuwangi, menjelaskan pihaknya telah siap-siap penanganan resiko bencana. Titik rawan bencana sudah dipetakan, terus berkoordinasi dengan relawan, pemerintah daerah, Polisi dan TNI.

BPBD Banyuwangi, kata Eka, siapkan personal dan peralatan siaga 24 jam. “Sewaktu-waktu terjadi (bencana) BPBD Banyuwangi sudah siap.

Baca :

Secara kedinasan, Seketertari Daerah (Sekda) sudah bersurat kepada seluruh camat di Banyuwangi untuk upaya antisiapasi bencana. BPBD juga kerjasama dengan relawan bencana untuk peralatan bila terjadi bencana.

“Pusdalops dari BPBD, kalau terjadi bencana akan cepat menerima laporan, maksimal 30 menit sudah ditangani,” ujarnya.

Pemetaan kawasan rawan banjir, teridentifikasi ada 30 desa dalam 10 kecamatan di Banyuwangi, antara lain ; Kecamatan Wongosorjo, Kalipuro, Banyuwangi, Blimbingsari, Kabat, Rogojampi, Muncar, Singojuruh, Siliragung, dan Pesanggaran.

Kawasan rawan banjir berada di dataran rendah dekat dengan aliran sungai yang jumlahnya kisaran 139 aliran sungai.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca