Kamis, November 26, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI BPD Tampo Belajar Pengolahan Limbah Organik di Sumbermulyo

BPD Tampo Belajar Pengolahan Limbah Organik di Sumbermulyo

REPORTERJaenudin

KABAR RAKYAT – Tertarik pengelolaan limbah organik yang diproses menghasilkan Moggot, yakni pakan ikan protein tinggi. Bernilai ekonomi dan mampu ciptakan lapangan kerja baru.

Pada hari, Kamis (5/11/2020, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi berkunjung ke mitranya BPD di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran.

Rombongan BPD Tampo diajak BPD Sumbermulyo, datang ke Dusun Mulyoasri untuk melihat langsung tempat pengolahan limbah organik yang sudah berjalan baik dan dikelola oleh pemuda-pemuda kreatif di Sumbermulyo.

Yang ikut kunjungan, Sudoyo Wiyono dan Choirul Adam Desa Tampo Kecamatan Cluring, di jumpai Ketua BPD Sumbermulyo Hasyim Ali dan Mohamad Yunus.

“Pihak BPD Sumbermulyo sangat terbuka berbagi pengalaman pengolahan sampah organik. Dari awal rintisan dan tantangan serta manfaat dari usaha pengolahan limbah itu,” kata Sudoyo Wiyono BPD TAmpo bercerita pengalaman kunjungannya.

Wiyono mengaku sangat tertarik ada pengolahan limbah organik di Desa Tampo. Mengingat bahan baku sampah di desanya cukup banyak.

Sehingga dirinya berkeinginan refrensi dari BPD Sumbermulyo disampaikan ke Pemerintah Desa Tampo, kedepan bisa dikelola BUMDesa.

Pengolahan Limbah Organik di Desa Sumbermulyo, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi.

“Ini adalah potensi untuk peluang usaha, jika bisa disepakati oleh Pemerintah Desa kita akan dorong agar ada penyertaan modal untuk BUMDesa,” Kata Wiyono.

Ia menambahkan, setelah melihat langsung bagaimana pengolahan dari limbah organik ini sangat tertarik. Namun tetap kebutuhan modal jadi kendala harus di bicarakan bersama-sama.

Sementara, Ketua Kelompok Pemuda, Pega mengaku siap untuk berbagi pengalamannya untuk memberikan pelatihan kepada siapa saja yang tertarik untuk mengelola limbah organik.

“Menurut Ketua Pemuda, Pega, kebutuhan pasar terhadap maggot sangat besar. Jadi ini adalah peluang usaha yang menjanjikan, memiliki prospek yang bagus kedepannya,” ungkapnya.

BPD Tampo dengan BPD Sumbermulyo juga berdiskusi kendala pengelolaan sampai organik itu. Perhatian pemerintah desa masing-masing harus bisa saling mensuport.

“Memang penglolaan sampah di sana, belum mendapat perhatian dari pemerintah desa. Kemungkinan usaha itu belum bisa memberikan kontribusi untuk PADes (pendapatan asli desa). Jika menghasilkan kontribusi PADes, pasti bisa jadi skala prioritas pemerintah,” kata Wiyono menceritakan.

Meski demikian, anggota BPD Sumbermulyo Hasyim Ali dan Fendi Achmad Kasiyanto, mengaku terus akan mengusulkan agar program pengelolaan sampah organik bisa menjadi perhatian di desanya.

Pada umumnya, limbah organik hanya dibuang begitu saja oleh orang-orang. Tanpa mau memikirkan dampak yang terjadi terhadap lingkungan. Bila limbah sampah dimanfaatkan akanb bisa menghasilkan pundi-pundi uang.

Disamping itu, sisa dari limbah organik atau Kasgot yang sudah terurai, masih bisa dimanfaatkan juga menjadi pupuk organik, baik dalam bentuk padat maupun cair.

“Fungsi Kasgot, mampu merangsang pertumbuhan tanaman, karena kaya akan asam amino, enzim, mikroorganisme dan hormon yang tidak ditemukan pada pupuk organik lainnya,” jelasnya.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca