Kamis, Januari 21, 2021
Beranda JATIM BANYUWANGI BSI Jelaskan Insiden Pengulitan Kijang di Site Tujuh Bukit

BSI Jelaskan Insiden Pengulitan Kijang di Site Tujuh Bukit

PRESS RELEASE

REPORTERJaenudin/*

KABAR RAKYAT – PT. Bumi Suksesindo (BSI) menjadi subjek pemberitaan pengulitan Kijang di site Tujuh Bukit yang melibatkan tiga petugas pengamanan dari PT. Nawakara Perkasa Nusantara (NPM), kontraktor PT BSI, dan dua nelayan asal Kanaltelu, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Selasa (5/1/2021).

Menyikapi pemberitaan ini, PT BSI menyatakan bahwa insiden terjadi pada 22 Desember 2020, bukan pada 31 Desember 2020 seperti berita yang beredar beberapa hari terakhir.

Pihak PT BSI baru mengetahui insiden tersebut setelah kejadian pengulitan diunggah ke dalam status aplikasi WhatsApp milik salah satu nelayan yang terlibat pada 31 Desember 2020 malam.

Temuan awal investigasi PT BSI mendapati bahwa ada usaha untuk menutupi insiden tersebut oleh tiga petugas Nawakara yang terlibat dalam kegiatan pelanggaran hukum ini.

“Setelah terkuak, kami segera melaporkan insiden ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Banyuwangi,” kata Tom Malik, Senior Manager Corporate Communications PT Merdeka Copper and Gold Tbk, perusahaan induk PT BSI.

Tom Malik menjelaskan bahwa perusahaan, bersama dengan BKSDA, sedang investigasi secara tuntas, karena PT BSI memiliki Aspek Dasar Kepedulian Lingkungan, yang salah satu poinnya menyebutkan pelarangan perburuan, penangkapan, dan perdagangan hewan dan tanaman liar di area operasi Perusahaan.

“Perusahaan tidak bisa memberi toleransi untuk insiden ini. Kami akan menindak secara tegas dan memberi sanksi seberat-beratnya kepada mereka yang terlibat,” ujar Tom.

Insiden pengulitan kijang ini juga dimanfaatkan oleh seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan media online di Banyuwangi untuk mencoba memeras PT BSI.

Oknum ini mengancam akan menyebarluaskan insiden ini melalui media online miliknya jika tidak diberi imbalan uang. “Sikap kami tegas, tidak menutup-nutupi insiden yang terjadi.

“Komitmen kami, pada pelestarian lingkungan nyata. Kami junjung tinggi etika berbisnis yang transparan, jadi upaya pemerasan tidak ada gunanya, dan jika yang bersangkutan terus menaikkan berita yang tidak akurat, kami akan menempuh jalur hukum,” kata Tom.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca