Sabtu, November 28, 2020
Beranda EKONOMI Buka Misi Dagang Jatim-NTT, Wagub Emil Tekan Pengayaan Investasi Selain Perdagangan

Buka Misi Dagang Jatim-NTT, Wagub Emil Tekan Pengayaan Investasi Selain Perdagangan

Tercatat Total Transaksi Jual Beli Rp 212 M

KABAR RAKYAT – Kembali, Pemerintah Provinsi Jawa Timur jalani Misi Dagang bersama provinsi lain di Indonesia. Kali ini, Misi Perdagangan bersama Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT).

Agenda ini tercatat Misi Dagang offline ketiga di tahun 2020 dan menjadi yang pertama sejak pandemi Covid-19. Diselenggarakan tetap mentaati Protokol Kesehatan yang ketat.

Mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka agenda Misi Dagang di Palacio Grand Ballroom Aston Hotel Kota Kupang, NTT, Senin (26/10) pagi.

Yang membanggakan, Sejak dibuka pukul 08.00 – 17.00 WITA, tercatat transaksi jual beli Rp. 212.215.700.000 dari 64 transaksi. Nilai tersebut dari transaksi jual sebanyak 39 transaksi atau setara Rp 140.758.700.000.

Baca : Peringati Hari Santri, Gubernur Khofifah Bersama Instansi Vertikal Gowes Bersarung di Kota Santri – Situbondo

Lalu transaksi beli sebanyak 25 transaksi atau setara Rp 71.457.000.000. Komoditi primadona antara lain beras, besi, bibit bawang merah, cengkeh dan pupuk organik.

Kepada awak media, Wagub Emil Dardak menyampaikan, Misi Dagang dilakukan Pemprov Jatim tidak menekankan pada trading saja, namun pada pola pengayaan investasi. “Jadi tadi kami sampaikan bahwa polanya bukan hanya trade tapi invesment and trade,” tutur Wagub Emil.

Langkah ini, sebut Wagub Emil, sebagai kesempatan bagi Jatim untuk bisa meluaskan investasi. Lewat cara tersebut, para pelaku usaha diharapkan tak hanya fokus pada penjualan barang saja, namun bisa membawa barang yang bisa distribusikan lebih luas di pasar lain.

“Jadi kita berinvestasi disini kita juga bisa mendorong trading ke Jawa Timur,” imbuh Wagub yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek itu.

Baca : Libur Tlah Tiba, Banyuwangi Rekomendasi Wisata Sehat

Berinvestasi yang dimaksud yakni lewat dukungan pada nilai tambah produk. Cara tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan sektor perdagangan dan manufaktur di Jatim. “Kami juga terbuka untuk mensinergikan dan mendorong nilai tambah produk di NTT,” ucap Wagub Emil.

Pertukaran cinderamata dari Pemprov Jatim diwakili Wagub Emil Dardak, Misi Dagang di Kupang.

Melalui Misi Dagang kali ini diharapkan, Wagub Emil Dardak, bisa menjadi pembuka jalan bagi keberlanjutan kerjasama antara pedagang Jatim dan NTT.

Sehingga dalam pelaksanaan Misi Dagang tersebut, tak hanya fokus pada besaran transaksi yang dihasilkan, tapi juga bagaimana kelangsungan kerjasama di masa depan. “Jadi yang penting bukan hanya mengejar transaksi saat ini tapi membuat hubungan yang berkelanjutan antar pedagang,” imbuhnya.

Sebagai Wujud Mutualisme Antar Kedua Wilayah

Tak hanya menghadiri pembukaan Misi Dagang, Wagub Emil juga menyapa warga melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang.

Baca : Libur Panjang, Gubernur Khofifah Wanti-Wanti Waspadai Risiko Penularan Covid-19 dan Hidrometeorologi

Wagub Emil mengaku terkesan keseriusan Pemprov NTT terhadap pengembangan UKM. Dengan dukungan pemerintah daerah, UKM-UKM tradisional bisa bertransformasi menjadi lebih modern. Besar harapannya ada kreativitas dan kolaborasi baru yang nantinya bisa dibangun antar kedua wilayah.

“Kehadiran Jatim jadi upaya untuk memperkuat persaudaraan antara Jatim dan NTT. Ini adalah hubungan yang mutualisme. Ini adalah sinergi antara kedua wilayah,” ungkapnya.

Sementara, Wagub NTT Josef Nae Soi menyampaikan bahwa Jatim dan NTT memiliki kekayaan intelektual tersendiri. Dengan ciri khasnya masing-masing maka bisa jadi ajang untuk membangun sebuah simbiosis mutualisme. “Jadi seperti kata Pak Wagub Emil, kita disini tidak hanya dagang tapi juga invest,” tuturnya.

Misi Dagang yang digelar tercatat 115 Pelaku Usaha mengikuti ajang tersebut. Jumlah tersebut terdiri 34 orang pelaku usaha asal Jawa Timur, dan 71 orang pelaku usaha asal NTT.

Baca : 8 Pelanggaran Zebra Semeru 2020 Ditegakan Satlantas Polres Bondowoso

Tak hanya itu, dilakukan juga penandatangan Nota Kesepahaman (MOU) antara Wagub Jatim dan NTT, Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disperindag, Diskop dan DPMPTSP kedua wilayah.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca