Bupati Anas: Jadi Pemimpin Banyuwangi Itu Jangan Baper, Bisa Stroke

  • Whatsapp
Pelantikan PPK (2)

KabarRakyat.ID – Meski belum jelas siapa bakal calon yang akan ikut berkompetisi dalam pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020, suhu politik di Banyuwangi mulai terasa. Berbagai trik dan intrik dilakukan bakal calon guna mendongkrak popularitasnya. Bahkan tak segan pula untuk menjatuhkan lawan-lawannya.

Hal seperti itu sepertinya dirasakan Bupati Banyuwangi, H Abdullah Azwar Anas, M.Si. Saat memberikan pembekalan kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Banyuwangi usai dilantik dan diambil sumpahnya oleh KPU Banyuwangi, di Hotel Aston, Sabtu (29/02/2020), dengan sedikit curhat Anas mencontohkan salah satu kejadian yang menimpa dirinya. Yakni, dirinya didemo dan dibawakan keranda mayat.

Read More

“Keranda mayat untuk Azwar Anas. Tidak apa-apa, itulah resiko jadi pemimpin di Banyuwangi. Orang bekerja saja masih dikasih keranda mayat, apalagi tidak bekerja,” kata Anas.

Menurutnya, hal seperti itu adalah hal biasa karena itulah Banyuwangi. Namun demikian, ia juga merasa heran jika selama kepemimpinannya terus dipersalahkan. Padahal selama kepemimpinannya, rapor Banyuwangi secara nasional bagus, Depdagri memberi rapor Banyuwangi secara berturut-turut sebagai kabupaten paling inovatif dengan subjek A terus.

“Tapi menurut teman-teman tidak oke. Saya mengerti karena ada kepentingan agenda yang dijadikan kepentingan. Bagi kami ini biasa,” sebut Anas.

“Saya sampaikan kepada temen-temen KPU, dan kepada semua pejabat, kita semua tidak boleh Baper. KPU didemo-demo itu biasa. Kalau baper-baperan bisa stroke itu nanti. Kita sudah seperti ini saja dikasih keranda mayat, inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Saya bilang kepada temen-temen, kalau tidak mau didemo, jadi ustadz atau kiai saja,” selorohnya.

Untuk itu ia mengingatkan, tantangan ke depan sangat berat. Sehingga seorang pemimpin harus siap menghadapi tantangan tersebut.

“Jadi, tantangan kita ke depan berat. Karena menurut Tony Blair, bahwa setiap pemimpin harus bisa membawa imajinasi orang yang dipimpin. Tugas seorang pemimpin tidak hanya menyampaikan hasil pembangunan, tapi bagaimana mendorong imjinasi rakyatnya supaya mimpi itu bisa menjadi kenyataan,” pungkas Anas mengingatkan.

Reporter: Hariyadi

Editor: Rony DE

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *