Bupati Arifin: Jangan Musuhi Orangnya Musuhi Virus Coronanya

  • Whatsapp
Bupati Arifin kunjungi rumah Pak Jamus

KABAR RAKYAT – Pandemi Covid-19, sangat berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Stigma negatif kepada pasien Covid-19 maupun keluarganya, masih berlaku di masyarakat walaupun pasien sudah dinyatakan sembuh dan mendapatkan surat keterangan bebas covid.

Read More

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, hari ini terjun kedesa, mengunjungi rumah Pak Jamus, salah satu warga Desa Dongko Kecamatan Dongko yang ikut terdampak akibat Covid-19, Sabtu (13/6/2020).

Dalam kunjungannya kali ini, Bupati Nur Arifin mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif. Bupati Nur Arifin menekankan untuk memerangi virusnya, bukan orangnya.

” Pak Jamus sehari-hari bekerja sebagai pembuat tahu dan berjualan empon-rmpon dan diketahui sering pergi untuk mengirim empon-emponnya ke wilayah Surabaya. Sempat menjalani rapid test, hasilnya reaktif, namun setelah dilakukan tes swab dinyatakan negatif dari Covid-19,” jelas Arifin.

“Karena kita punya checkpoint, terus tracing di gugus tugas Desa itu ketat, nah beliau terjaring tracing rapid test waktu itu reaktif, kemudian mengisolasi diri sesuai protokoler, kemudian kita swab hasilnya negatif,” ungkap Bupati.

Akibat adanya stigma atau penilaian dari masyarakat berdampak pula pada usaha Pak Jamus. Jika biasanya di tempatnya memproduksi tahu ramai pekerja, saat ini menjadi sepi.

Bahkan ada laporan bahwa tahunya dijadikan makan ternak karena tidak laku akibat masyarakat kekhawatiran di masyarakat.



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *