Bupati Bondowoso : Pesantren Dihimbau Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19

  • Whatsapp
Bupati Drs. KH. Salwa Arifin, dok/Ifa/KabarRAkyat.id

Musim santri kembali belajar di pondok pesantren.

KABAR RAKYAT – Pasca libur lebaran. Pengasuh Pondok Pesantren di Kabupaten Bondowoso, mulai mewajibkan santri aktif belajar di pesantren. Disisi lain, kasus pandemi Covid-19 masih terjadi peningkatan.

Read More

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di pesantren. Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, menerbitkan Surat Edaran, Nomor 450/274/430.4.3/2020, tertanggal 3 Juni 2020. Yang berisi himbauan, pesantren menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kami mengimbau, kepada segenap pengasuh pondok pesantren dan lembaga keagamaan, menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada saat menerima kedatangan santri ke pondok,” kata Bupati, Kamis (4/6/2020).

Dalam surat bupati itu, ada enam poin penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren:

Pertama, santri yang berasal dari kecamatan terdampak Covid-19 (zona merah), diwajibkan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum kembali ke pondok.

Kedua, santri yang kembali ke pondok wajib membawa surat keterangan sehat dari dokter/puskesmas di daerah asal.

Ketiga, wali santri atau keluarga yang mengantarkan tidak boleh lebih dari dua orang dan tidak diperkenankan masuk ke lingkungan pondok.

Keempat, selama berada di lingkungan pondok tetap mewajibkan penggunaan masker, menjaga jarak, tidak berjabat tangan dan cuci tangan dengan sabun.

Kelima, pondok menyediakan tempat cuci tangan dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di lingkungan pondok.

Keenam, segera menghubungi posko Covid-19 atau tempat layanan kesehatan terdekat, apabila didapati santri atau santriwati yang mengalami sakit dengan gejala mirip atau diindikasi Covid-19.***



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *